ASEAN Belum Sepakat Akui Hasil Pemilu Myanmar

1 week ago 24

ASEAN belum sepakat akui hasil pemilu Myanmar.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL, – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) hingga kini belum mencapai kesepakatan terkait pengakuan hasil pemilu Myanmar yang baru-baru ini menetapkan Min Aung Hlaing sebagai presiden baru negara tersebut. Pemilu ini berlangsung dalam tiga tahap dari Desember 2025 hingga Januari 2026.

Menurut Dominic Xavier Imperial, Asisten Sekretaris Luar Negeri Filipina, ASEAN masih belum mencapai konsensus mengenai hasil pemilu Myanmar tersebut. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (6/5) dan dilaporkan oleh Philippine News Agency. Filipina, yang tahun ini memimpin perhimpunan 11 negara tersebut, menyatakan komitmen untuk terus berpedoman pada Konsensus Lima Poin (5PC) dalam mengatasi krisis di Myanmar.

Min Aung Hlaing, yang sebelumnya menjabat sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Myanmar, mengundurkan diri dari posisinya pada Maret lalu untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Ia dilantik sebagai Presiden Myanmar pada April lalu setelah memperoleh 429 suara dari total 500 suara di parlemen.

Menanggapi situasi ini, Departemen Luar Negeri Filipina mendesak Myanmar untuk memberikan akses kepada utusan khusus Ketua ASEAN agar dapat bertemu dengan mantan presiden Aung San Suu Kyi, yang masih ditahan sejak kudeta militer pada 2021. "Hal tersebut akan sejalan dengan peran utusan khusus untuk berinteraksi dengan semua pemangku kepentingan dan pihak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog nasional yang inklusif," kata Departemen Luar Negeri Filipina.

Filipina juga menyambut baik laporan mengenai pemindahan Suu Kyi dari penjara ke tahanan rumah dan pengurangan sebagian hukumannya, serta amnesti yang diberikan otoritas Myanmar kepada lebih dari 1.500 tahanan politik.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|