Para santri dan santriwati di Camp Tajul Waqar II, sebuah program pembinaan Alquran yang membawa pengalaman pendidikan para hafizh Palestina ke Indonesia, Ahad (28/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Lantunan ayat suci Alquran mulai menggema di kawasan Puncak, Bogor. Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan suara para penghafal Alquran yang saling menyetorkan hafalan kepada para masyayikh.
Selama sepekan, sejak 26 Juni hingga 2 Juli 2026, rutinitas seperti inilah yang menghidupkan Camp Tajul Waqar II, sebuah program pembinaan Alquran yang membawa pengalaman pendidikan para hafizh Palestina ke Indonesia.
Bagi para peserta, kemah ini bukan sekadar tempat menambah hafalan. Mereka datang dari berbagai daerah dengan satu cita-cita yang sama, yakni memperkuat hubungan dengan Alquran sekaligus menempa karakter sebagai generasi Qurani.
Salah satunya adalah Faathir Muhammad Suhail (18 tahun), peserta asal Padang, Sumatera Barat. Santri yang kini menempuh pendidikan di sebuah pondok di Bintaro, Tangerang Selatan, ini mengaku awalnya hanya mendengar nama Camp Tajul Waqar tanpa mengetahui seperti apa kegiatan di dalamnya.
Suatu hari, ia dipanggil oleh salah satu ustadznya. Saat itulah ia mendapat amanah untuk mengikuti Camp Tajul Waqar II.
"Dipanggil sama mudir. Beliau bilang, antum diutus untuk pergi ke Camp Tajul Waqar. Itu lebih memperdalam ilmu Alquran," ujar Faathir saat ditemui Republika di sela kegiatannya, Ahad (28/6/2026).

2 hours ago
2

















































