Petugas mengawasi proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Kamis (4/9/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia terus memperluas akses pasar melalui perjanjian perdagangan dengan sejumlah negara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut saat ini terdapat 25 perjanjian perdagangan Indonesia yang telah berlaku, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap perundingan.
Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam amanat Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (17/8/2026).
“Di bidang perdagangan, diplomasi ekonomi terus dijalankan dengan Indonesia telah memiliki 25 perjanjian perdagangan yang telah berlaku dan 13 perjanjian yang masih dalam tahap perundingan,” kata Airlangga.
Perjanjian perdagangan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk membuka akses pasar bagi produk Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.
Menurut Airlangga, penguatan perdagangan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan nilai tambah produk di dalam negeri. Pemerintah saat ini juga menjalankan 26 proyek hilirisasi yang telah dicanangkan.
Selain perdagangan dan hilirisasi, pemerintah mendorong kemandirian energi melalui penerapan biodiesel B50. Agenda transformasi ekonomi pada 2027 juga mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW), elektrifikasi kendaraan, optimalisasi aset BUMN, Bursa Komoditas Indonesia, dan Pusat Finansial Internasional Indonesia.
Airlangga mengatakan dinamika ekonomi global bergerak cepat dan menghadirkan tantangan bagi Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kemampuan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan dan perekonomian global.
“Bangsa Indonesia telah teruji, tangguh dalam menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus memperkuat peran di tengah percaturan global,” kata Airlangga.

49 minutes ago
2














































