Cadangan Emas Indonesia Dinilai Masih Rendah, Indef Ungkap Perbandingannya

1 hour ago 4

Karyawan menunjukkan imitasi emas logam mulia di Butik Emas Logam Mulia Antam, Pulogadung, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Harga emas Antam kembali menguat pada hari ini. Harga emas Antam naik Rp35.000 menjadi Rp2.584.000 per gram dari sebelumnya Rp2.549.000 per gram. Salah seorang warga yang hendak membeli emas Antam yaitu Angga (30) seorang pemilik usaha kuliner. Ia mulai berinvestasi emas sejak satu bulan terakhir dan memilih emas logam mulia karena dinilai lebih aman serta memiliki harga yang pasti dibandingkan investasi lainnya. Informasi mengenai investasi emas logam mulia ia peroleh dari temannya, sebelumnya, ia hanya menabung di bank sebagai bentuk investasi. Menurutnya, potensi kenaikan harga emas ke depan cukup besar. Pada kesempatan ini, ia berencana membeli emas hingga 20 gram. Angga lebih memilih membeli emas logam mulia fisik agar dapat dimiliki dan disimpan secara langsung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai emas memiliki fungsi strategis sebagai instrumen diversifikasi cadangan. Berdasarkan data Indef yang dikutip di Jakarta, Senin (17/8/2026), cadangan emas Indonesia pada 2026 tercatat sekitar 87 ton atau 9,6 persen dari total cadangan devisa. Nilainya setara 0,91 persen terhadap PDB 2025.

Ekonom Senior Indef Aviliani dalam keterangannya menilai data ini menunjukkan bahwa porsi emas dalam cadangan devisa Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain.

"Negara-negara dengan cadangan devisa yang lebih besar memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan kepemilikan emas sebagai aset lindung nilai. Dan, kita lihat sebenarnya negara-negara yang melakukan pembelian cadangan emas adalah mereka yang cenderung memang cadangan devisanya besar," ujarnya.

Data Indef juga menunjukkan kesenjangan tersebut cukup lebar. Amerika Serikat memiliki cadangan emas 8.133,5 ton dengan porsi mencapai 84,8 persen dari total cadangan devisa. Jerman memiliki 3.350,3 ton atau 84,6 persen, Italia 2.451,8 ton atau 82 persen, dan Prancis 2.437 ton atau 82,5 persen.

Sementara itu, Rusia memiliki cadangan emas 2.311 ton atau 48,1 persen dari total cadangan devisa, India 880,3 ton atau 19,8 persen, Jepang 846 ton atau 10,1 persen, dan China 2.313 ton atau 10 persen.

Aviliani menilai tidak terdapat rasio tunggal yang dapat dijadikan patokan mengenai berapa besar cadangan emas yang ideal bagi suatu negara.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat bergantung pada struktur ekonomi, kebutuhan likuiditas, serta strategi masing-masing bank sentral.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|