Pemerintah Siapkan Rp 5 Triliun Dana Siap Pakai untuk Penanganan Bencana

1 hour ago 3

Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyiapkan sekitar Rp5 triliun dana siap pakai untuk penanganan bencana di seluruh Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran tersebut dapat ditambah jika kebutuhan penanganan bencana melebihi dana yang tersedia.

“Dana bencana itu selalu siaga di angka Rp5 triliun. Tapi kalau kurang, kita tambah lagi, tergantung kebutuhan yang diajukan BNPB,” ujar Purbaya di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Purbaya mengatakan dana tersebut disiapkan untuk memastikan pembiayaan tidak menjadi kendala ketika bencana terjadi. Pemerintah akan menyesuaikan dukungan anggaran berdasarkan kebutuhan di lapangan dan permintaan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Begitu ada permintaan resmi masuk, kami langsung tindak lanjuti dengan cepat. Khusus untuk kebutuhan bencana, SOP kita memang dirancang responsif, selama permintaannya jelas,” kata dia.

Selain dana yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan, BNPB memiliki dana siap pakai sekitar Rp500 miliar. Dana tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan darurat di lapangan.

“Di BNPB juga sudah tersedia dana yang siap digunakan, sekitar Rp500 miliar dalam posisi siaga. Kalau kurang, kami tambahkan kembali,” ujar Purbaya.

Kesiapan anggaran tersebut menjadi penting di tengah penanganan gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah perlu memastikan kebutuhan tanggap darurat hingga pemulihan dapat dibiayai tanpa menghambat penanganan di lapangan.

Di sisi lain, Purbaya berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi awal bagi penguatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan mencapai 6 persen.

“Hari ini kita harapkan menjadi awal dari kebangkitan Indonesia yang lebih baik ke depan. Tahun depan kita harapkan pertumbuhan ekonomi 6 persen, mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, kesiapan menghadapi bencana merupakan bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Bencana dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah sehingga respons pembiayaan perlu dilakukan secara cepat.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|