REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BOGOR, – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melatih Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengampanyekan nilai-nilai antikorupsi melalui media digital. Langkah ini merupakan upaya memperkuat pencegahan korupsi di lingkungan kerja pemerintahan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyebutkan, pelatihan tersebut dilakukan melalui webinar Pariwara Antikorupsi 2026 Seri 3 yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI secara virtual. Kegiatan ini diikuti dari Ruang Rapat I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Kamis.
Ia mengatakan penguatan literasi antikorupsi melalui media digital menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor membangun budaya integritas di lingkungan aparatur sipil negara. Pemanfaatan media digital diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyampaian pesan antikorupsi kepada masyarakat.
"Peningkatan kapasitas ASN dalam menyusun konten edukatif menjadi salah satu langkah penting agar kampanye antikorupsi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan mudah dipahami," kata Ajat.
Dukung Program Pencegahan Korupsi KPK
Ajat menyebutkan, keikutsertaan dalam webinar tersebut merupakan bentuk dukungan ASN Pemkab Bogor terhadap program pencegahan korupsi yang diinisiasi KPK RI. Hal ini sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Webinar bertema "Viralitas Berbasis Konten Lokal: Membuat Kampanye Antikorupsi yang FYP dan Berdampak" ini menghadirkan dua narasumber. Mereka adalah Isol, Founder dan Creative Director Hecticholic, serta Irawati, Analis Madya pada Kedeputian Koordinasi dan Supervisi Wilayah KPK RI.
Dalam paparannya, Isol mengatakan media sosial menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran publik, termasuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Menurut dia, konten edukasi perlu dikemas secara menarik, ringan, dan relevan agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas tanpa mengurangi substansi pesan.
Strategi Konten Digital Antikorupsi
Isol juga memaparkan sejumlah strategi penyusunan konten digital. Di antaranya adalah konsep Segitiga Atensi, Anatomi Hook, serta kerangka AIDA, 3P, dan CER. Selain itu, ia memperkenalkan pendekatan Soft Advocacy, yakni penyampaian pesan antikorupsi melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pendekatan ini dinilai membuat pesan lebih mudah dipahami dan diterima publik. Dengan pelatihan ini, diharapkan ASN Kabupaten Bogor mampu menciptakan konten kampanye antikorupsi yang viral dan berdampak luas.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
2

















































