Pemprov Sulut fasilitasi UMKM manfaatkan program Sehati.
REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan program Sertifikat Halal Gratis (Sehati). Fasilitas pendaftaran sertifikasi halal tanpa biaya ini ditargetkan menjangkau 700 pelaku usaha pada tahun 2026.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulut, Jenny Grace Komaling, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk membantu UMKM memenuhi standar kehalalan produk. "Kami mendorong UMKM memanfaatkan program Sehati yaitu fasilitas pendaftaran sertifikasi halal tanpa biaya," ujarnya di Manado, Selasa.
Untuk tahun 2026, Dinas Koperasi dan UKM Sulut menargetkan fasilitasi terhadap 700 pelaku usaha dengan total 780 jumlah sertifikat. Dari target tersebut, diharapkan terdapat 2.530 produk asal Sulawesi Utara yang berhasil tersertifikasi halal melalui program ini.
Skema Self-Declare dan Sinergi Antar Instansi
Jenny menjelaskan bahwa pengajuan sertifikasi halal dilakukan melalui skema self-declare. Mekanisme ini disinergikan bersama instansi terkait, khususnya Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Ia menegaskan bahwa kewenangan penuh untuk menerbitkan sertifikat halal berada di tangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama. Penerbitan dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur reguler dengan pemeriksaan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) atau jalur self-declare yang diverifikasi oleh Pendamping Proses Produk Halal (PPH).
"Diskop UKM Provinsi Sulut tidak memiliki kewenangan menerbitkan, menilai, maupun menetapkan status kehalalan produk, dan hanya berperan sebagai fasilitator di daerah," tegas Jenny.
Sosialisasi Kebijakan Wajib Halal Oktober 2026
Menghadapi kebijakan Wajib Halal Oktober 2026, Pemprov Sulut gencar melakukan sosialisasi kepada para pelaku UMKM. Materi mengenai perizinan dan sertifikasi halal secara rutin dimasukkan ke dalam kurikulum pelatihan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di daerah tersebut.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
3
















































