REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN, – Badan SAR Nasional (Basarnas) menyiapkan berbagai skenario alternatif dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8 jika kondisi cuaca di perairan Laut Jawa terus menghambat operasi penyelaman bawah laut. Hingga hari ketiga operasi SAR, Selasa (15/9) malam, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pencarian bawah laut menjadi salah satu sasaran utama operasi SAR hari ketiga. Namun, kondisi cuaca belum memungkinkan tiga tim penyelam dan peralatan bawah laut yang telah disiapkan untuk dioperasikan dengan jaminan keselamatan personel.
"Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety. Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan," kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam.
Pencarian Udara dan Laut Dioptimalkan
Syafii menjelaskan Basarnas tetap memaksimalkan pencarian melalui unsur udara dan laut di permukaan perairan. Pihaknya juga terus mempersiapkan operasi bawah laut apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya memungkinkan tim penyelam bekerja di sekitar bangkai kapal.
Basarnas didukung KRI Canopus, sebuah kapal berteknologi canggih yang memiliki kemampuan pengamatan bawah laut dengan perangkat remotely operated vehicle (ROV) dan multibeam echosounder. Namun, peralatan ini juga belum dapat dioperasikan secara maksimal akibat cuaca yang sangat buruk dan berbahaya di perairan tersebut.
Menurut Syafii, kemampuan penyelam dan peralatan tersebut sebenarnya dapat mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter. Akan tetapi, kondisi gelombang, kecepatan arus permukaan dan bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas di perairan Laut Jawa menjadi faktor pembatas utama.
Skenario Penanganan Bangkai Kapal
Jika operasi bawah laut terus terkendala cuaca, Basarnas akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan terhadap bangkai kapal. Langkah ini termasuk menghitung proses salvage, kemungkinan membalikkan posisi kapal, maupun menarik kapal untuk membuka akses pencarian korban.
"Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban. Setelah itu, tentunya akan kita serahkan kepada tim-tim investigasi yang dipimpin oleh Kepala KNKT," ujarnya.
Syafii mengatakan hingga hari ketiga operasi SAR, berbagai unsur dari udara, laut, masyarakat, dan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian belum menerima laporan mengenai penemuan korban tambahan. Operasi pencarian tetap dilanjutkan sesuai ketentuan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan di lapangan.
Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban ditemukan dan seluruhnya telah berhasil mendarat di Banjarmasin. Rinciannya terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia. KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
3
















































