Oleh: Lilis Sri Handayani
REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Seorang warga Kabupaten Cirebon, Yaya Carya (58), turut menjadi korban terbaliknya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Pihak keluarga kini diselimuti rasa cemas menantikan kabar kepastian orang yang mereka sayangi.
Keluarga Yaya di Blok Karanganyar, RT 18/15, Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, awalnya tak mengetahui bahwa Yaya menumpang KM Virgo Transport 8 menuju Kalimantan. Mereka pun terkejut saat menemukan nama Yaya masuk dalam manifes penumpang kapal tersebut.
Anak pertama Yaya yang bernama Siti Hana Sulastri (33) menjelaskan, ayahnya semula berangkat dari Cirebon untuk bekerja di Jakarta sekitar 18 Agustus 2026. Setelah selesai bekerja di Jakarta, ayahnya kemudian ditawari oleh seorang mandor untuk bekerja di Kalimantan.
"Setelah selesai (kerja) di Jakarta, Bapak ditelepon untuk bekerja ke Kalimantan. Jadi langsung berangkat (ke Kalimantan), tidak pulang ke rumah dulu,” ujar Siti, Selasa (15/9/2026).
Dari Jakarta, Yaya menuju Surabaya, hingga kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Kalimantan dengan menumpang KM Virgo Transport 8. Namun, dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin, KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan hingga terbalik di perairan Laut Jawa.
Siti mengungkapkan, ayahnya merupakan sosok pekerja keras dan kerap bekerja ke luar daerah. Namun, selama bekerja ke luar daerah, ayahnya tidak terlalu intens berkomunikasi dengan keluarga.
Untuk itu, keluarga awalnya tidak mengetahui bahwa Yaya menumpang KM Virgo Transport 8. Keluarga mulai mencari informasi setelah mandor memberi kabar bahwa ada kapal yang tenggelam.
"Jadi enggak ada yang tahu Bapak naik kapal Virgo," tuturnya.
Pihak keluarga kemudian berulang kali mencoba menghubungi Yaya, namun teleponnya tak bisa dihubungi. Mereka kemudian mencari informasi dari berbagai sumber, hasilnya terungkap bahwa Yaya masuk dalam manifes KM Virgo Transport 8.
"Saya searching-searching. Lalu ketemu, ada data Bapak di manifes kapal Virgo itu," tutur Siti.
Siti mengatakan, sebelum berangkat ke Kalimantan, ayahnya memang sempat menelepon suaminya. Dalam percakapan telepon tersebut, ayahnya memberi kabar masih bekerja di Jakarta dan akan berangkat ke Kalimantan.
"Komunikasi terakhir itu teleponan sama suami saya," jelas Siti.
Siti menjelaskan, ayahnya selama ini sudah sering bepergian untuk bekerja, termasuk ke Kalimantan. Karena itu, ayahnya juga sudah terbiasa menumpang kapal laut.
“Sudah enggak asing naik kapal. Tapi baru kali ini naik Kapal Virgo," terangnya.
Yaya selama ini dikenal sebagai pekerja pabrikan balok. Selama puluhan tahun terakhir, Yaya pun terbiasa bekerja hingga ke luar daerah demi menafkahi keluarganya.
Di mata Siti, ayahnya bukan hanya pekerja keras. Namun juga sosok ayah yang sabar dan tidak pernah ingin merepotkan anak-anaknya.
"Sosok Bapak itu luar biasa. Sabar, soleh, sayang sama anak, istri dan cucu-cucunya. Baik banget, enggak pernah mau menyusahkan anak-anaknya," ungkap Siti.
Kini, Siti dan keluarganya hanya hanya bisa menunggu kabar mengenai kondisi Yaya. Siti pun sudah menghubungi Basarnas dan ikut masuk dalam grup pendataan korban yang belum ditemukan.
Namun hingga Selasa (15/9/2026), belum ada informasi mengenai keberadaan Yaya. Mereka berharap agar operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 bisa menemukan dan membawa Yaya pulang ke rumah.
"Harapannya minta yang terbaik saja. Semoga diselamatkan, dibawa pulang ke rumah,” tutur Siti.
Seperti diketahui, KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Namun, kapal mengalami kecelakaan pada Ahad (13/9/2026) hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa.
Kapal tersebut membawa 243 orang dan 89 kendaraan. Hingga Selasa (15/9/2026), sebanyak 108 orang telah berhasil diselamatkan, enam orang ditemukan meninggal dunia dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

1 hour ago
3
















































