REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis mengusulkan pembentukan "Danantara Syariah Nusantara" sebagai superholding yang mengonsolidasikan seluruh ekosistem keuangan syariah nasional. Gagasan tersebut akan menjadi salah satu rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII kepada pemerintah.
Kiai Cholil mengatakan, saat ini pemerintah telah memiliki Danantara yang mengonsolidasikan berbagai aset dan kekuatan ekonomi nasional. Namun, menurut dia, belum ada lembaga yang secara khusus menghimpun seluruh potensi keuangan syariah yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah.
"Ada hal lagi yang kita bahas dalam kesempatan ini adalah soal konsolidasi ekonomi syariah. Sekarang ini kita melihat Danantara mengonsolidasi seluruh kekuatan ekonomi, tetapi belum ada yang mengonsolidasi keuangan syariah," ujar Kiai Cholil saat diwawancarai usai pembukaan KUII VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, potensi ekonomi syariah Indonesia sangat besar. Ekosistem tersebut mencakup perbankan syariah, asuransi syariah, pasar modal syariah, Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS), Baitul Maal wat Tamwil (BMT), hingga dana sosial seperti zakat dan wakaf.
Namun, seluruh sektor tersebut masih berjalan sendiri-sendiri sehingga belum mampu membentuk kekuatan ekonomi yang terintegrasi.

2 hours ago
3















































