Artefak Sudah Dipulangkan FBI, Mengapa Penyelundupan Benda Budaya Masih Terjadi?

5 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pemerintah akan memperkuat upaya pencegahan penyelundupan benda budaya Indonesia ke luar negeri dengan meningkatkan koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait, terutama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta aparat penegak hukum di pintu-pintu keluar Indonesia.

Menurut Fadli, regulasi mengenai perlindungan benda cagar budaya sebenarnya telah tersedia. Namun, tantangan utama saat ini adalah memastikan pengawasan di lapangan berjalan lebih efektif melalui sinergi antarlembaga, baik di jalur darat, laut, maupun udara.

"Soal pencegahan ini sebenarnya aturannya sudah ada. Cuma memang ini harus kerja sama dengan kementerian dan lembaga, terutama mungkin di Bea Cukai, Imigrasi, begitu ya," ujar Fadli dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Fadli mencontohkan sistem pengawasan yang diterapkan Mesir sebagai salah satu negara yang berhasil menjaga warisan peradaban kunonya dari praktik penyelundupan. Menurut dia, setiap barang bawaan penumpang yang keluar melalui bandara diperiksa secara ketat, bahkan hingga suvenir yang dibeli wisatawan.

"Itu mereka sangat ketat sekali. Begitu keluar dari airport di sana, semua barang diperiksa, bahkan suvenir-suvenir pun diperiksa. Jadi banyak yang dijual di sana, misalnya batu-batu, replika dewa-dewa, replika Fir'aun, dan lain-lain, semuanya diperiksa. Mereka di setiap bandaranya memiliki ahli," kata Fadli.

Keberadaan tenaga ahli tersebut, lanjut dia, memungkinkan otoritas Mesir membedakan secara cepat antara replika yang diperjualbelikan secara legal dengan benda budaya asli yang dilindungi negara.

Fadli mengatakan pendekatan serupa menjadi salah satu model yang akan dipelajari Indonesia. Selain memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah juga menilai penting menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus dalam mengidentifikasi benda cagar budaya di berbagai pintu keluar negara.

"Kalau sifatnya suvenir tidak masalah, masih dibuat oleh para perajin kita dan saya kira itu sangat bagus untuk koleksi. Tapi yang sifatnya cagar budaya ini yang harus kita cegah, nanti akan kita kerjasamakan," ujarnya.

Pernyataan Fadli mengemuka sehari setelah Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat Kash Patel di Istana Kepresidenan. Pertemuan tersebut menjadi salah satu momentum penguatan kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat, termasuk dalam upaya pengembalian artefak budaya Indonesia yang selama ini berada di luar negeri.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|