Soroti Selat Malaka, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Intelijen Kepri

4 hours ago 3

Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen Rio Firdianto memberi pembekalan para komandan satuan dan aparat intelijen TNI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)..

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merespons meningkatnya aktivitas kapal perang asing di perairan Selat Malaka, menuntut Indonesia meningkatkan kewaspadaannya di jalur tersebut. Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen Rio Firdianto pun mengumpulkan para komandan satuan dan aparat intelijen TNI di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pengarahan Mayjen Rio kepada para jajaran berlangsung di Ballroom Hotel Mariot Harbour Bay Batam, Kepri, Kamis (16/4/2026). Pengarahan itu menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari ancaman hybrid, konflik antarnegara, hingga perkembangan situasi kawasan yang berpotensi berdampak pada stabilitas nasional.

Dalam foto tersebut, Rio juga sempat membahas dampak penutupan Selat Hormuz. "Aparat intelijen dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan deteksi dini, serta ketajaman analisis guna mengantisipasi setiap potensi ancaman secara cepat dan tepat," kata Rio dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (19/4/2026).

Menurut dia, penguasaan teknologi dan pemanfaatan media sosial menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk intelijen yang akurat, relevan, dan mampu mendukung pengambilan keputusan pimpinan secara efektif. "Kesiapan dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan NKRI," ujarnya.

Terkait aktivitas kapal perang asing di wilayah Indonesia, Kadispenal Laksma Tunggul membenarkan adanya pergerakan kapal perang melintasi kawasan Selat Malaka. Hal itu sempat ramai dibahas warganet karena disinyalir terkait operasi pemburuan kapal tanker Iran.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|