Selasa 09 Jun 2026 05:38 WIB
Islam tidak menuntut agar semua orang memiliki jumlah kekayaan yang sama.
Foto: pxhere
ILUSTRASI Harta yang berkah
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Banyak orang mengira Islam menghendaki seluruh masyarakat memiliki tingkat kekayaan yang sama. Padahal, Islam tidak menuntut setiap individu memiliki harta dan fasilitas hidup yang sama rata. Yang ditekankan adalah keadilan sosial, pemerataan kesempatan, dan distribusi kekayaan agar tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja. Prinsip ini ditegaskan dalam Alquran dan dijelaskan oleh Afzalurrahman dalam bukunya Nabi Muhammad Sebagai Seorang Pedagang.
Cendekiawan Muslim dan pakar ekonomi Islam ini dalam bukunya menerangkan bahwa Islam tidak menuntut agar semua orang memiliki jumlah kekayaan yang sama persis. Islam tidak menuntut setiap individu harus memiliki fasilitas kehidupan yang sama rata sehingga tidak ada perbedaan status ekonomi dalam masyarakat.
"Islam pada hakekatnya lebih mendukung pemerataan sosial daripada penyamarataan ekonomi," tulis Afzalurrahrnan dalam bukunya.
Islam mendukung persamaan ekonomi hanya sebatas aturan bahwa kekayaan tidak boleh dipercayakan hanya kepada segelintir orang saja. Tetapi harus disebarkan kepada seluruh masyarakat sehingga setiap orang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya, dan setiap individu harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencari pekerjaan atau melakukan suatu jenis usaha yang menjadi pilihannya.
Ayat ini menerangkan bahwa harta jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
مَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْ اَهْلِ الْقُرٰى فَلِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ كَيْ لَا يَكُوْنَ دُوْلَةً ۢ بَيْنَ الْاَغْنِيَاۤءِ مِنْكُمْۗ وَمَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۘ
. . . (Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS Al-Ḥasyr Ayat 7)
Berita Lainnya
-
Selasa , 09 Jun 2026, 05:38 WIB
Islam Lebih Mengutamakan Keadilan Sosial daripada Penyamarataan Kekayaan
-
-
Selasa , 09 Jun 2026, 05:30 WIB
Ketika Rasulullah Diminta Menetapkan Harga Akibat Barang-barang Jadi Mahal
-
Selasa , 09 Jun 2026, 03:44 WIB
Live Streaming Jadi Bentuk Akuntabilitas dalam Berkurban
-
Senin , 08 Jun 2026, 21:46 WIB
Hujan Lebat dan Badai Petir Diprediksi akan Melewati Makkah serta Wilayah Lainnya
-
Senin , 08 Jun 2026, 21:25 WIB
Pelemahan Rupiah Ancam Potensi Ziswaf
-

1 hour ago
2

















































