Anggota sayap militer Hamas yang bersenjata mengambil bagian dalam upacara penyerahan sandera selama gencatan senjata baru-baru ini.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, menyatakan telah menerima jaminan berulang kali dari para pejabat Iran dan Yaman bahwa setiap upaya untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah wajib mencakup penghentian perang Israel di Jalur Gaza.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyampaikan bahwa pihaknya terus menerima konfirmasi dari pejabat kedua negara tersebut mengenai upaya mereka menghentikan perang di berbagai front, termasuk genosida yang tengah berlangsung oleh Israel di Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan Quds News, Senin (8/6/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah gencarnya diplomasi regional menyusul eskalasi militer selama beberapa bulan terakhir yang melibatkan Gaza, Lebanon, Yaman, dan Iran. Pada saat yang sama, berbagai upaya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan de-eskalasi yang lebih luas terus berjalan.
Qassem menegaskan bahwa Hamas terus berupaya memastikan posisi Gaza tetap menjadi inti dari setiap kesepahaman regional terkait penyelesaian konflik saat ini.
Menurut Qassem, Hamas menuntut agar setiap negosiasi atau pengaturan yang bertujuan meredakan ketegangan di kawasan harus mencakup penghentian total serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Ia menekankan, fokus utama Hamas saat ini adalah mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri perang genosida Israel di Jalur Gaza dan meringankan penderitaan rakyat Palestina.
Lebih lanjut, Qassem menambahkan Hamas terus bersikap kooperatif dan menyambut baik proposal-proposal "logis" yang muncul dari negosiasi yang sedang berlangsung di Kairo, Mesir. Ia berharap pembicaraan tersebut dapat membawa kemajuan pesat menuju penghentian perang dan tercapainya gencatan senjata.

1 hour ago
3
















































