Rekonstruksi Kasus Daycare Little Aresha Yogya Digelar Hari Ini, Tersangka Dihadirkan

2 hours ago 3

Kondisi daycare Little Aresha yang dicoret oleh OTK, Senin (28/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Polresta Yogyakarta akan menggelar rekonstruksi kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (9/6/2026) pagi ini. Rekonstruksi dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan yang masih terus berjalan. Para tersangka pun akan dihadirkan secara langsug di lokasi kejadian.

Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani Hasan mengatakan, rekonstruksi dilaksanakan oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta bersama Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Daycare Little Aresha.

"Penyidik PPA Polresta Jogja bersama dengan Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi akan melaksanakan rekonstruksi tindak pidana kekerasan terhadap anak yang terjadi di Daycare Little Aresha pada Selasa tanggal 9 Juni 2026 sekira pukul 10.00 WIB," kata Dani dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Dani memastikan para tersangka akan dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut. Namun, pihak kepolisian belum merinci tersangka mana saja yang akan mengikuti proses reka ulang adegan kasus yang menyita perhatian publik tersebut.

"Tersangka juga dihadirkan," ujar Dani.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha terungkap setelah penggerebekan yang dilakukan polisi pada 24 April 2026 lalu. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan 13 tersangka yang terdiri atas ketua yayasan, kepala sekolah, dan 11 pengasuh. Dalam pengungkapan kasus itu, polisi menemukan adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak, termasuk dugaan pengikatan pada tangan dan kaki korban saat berada di tempat penitipan anak tersebut.

Kasus ini juga mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Yogyakarta, Komnas HAM hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain dugaan kekerasan, hasil pemeriksaan terhadap anak-anak yang pernah dititipkan di daycare tersebut juga menunjukkan adanya indikasi masalah gizi dan gangguan perkembangan pada sebagian korban.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|