Jamaah Palestina berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa untuk shalat Jumat kedua selama bulan suci Ramadhan, di Kota Tua Yerusalem, 27 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL— Perdebatan sengit terjadi di platform X antara sejumlah pejabat Turki dan Israel setelah seorang pejabat Turki menyampaikan harapannya untuk menyaksikan Kota Yerusalem suatu hari nanti terbebas dari pendudukan.
Pertukaran pernyataan yang berlangsung cepat itu kemudian berkembang dengan melibatkan simbol-simbol sejarah, seperti Kekaisaran Utsmaniyah dan pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Atatürk.
Menteri Dalam Negeri Turki, Mustafa Çiftçi, menulis sebuah pesan yang berbunyi:
"Sebagaimana kita telah menyaksikan pembebasan Damaskus, Aleppo, dan Karabakh, suatu hari nanti kita juga akan menyaksikan pembebasan Yerusalem, insya Allah. Saat masih menjabat sebagai gubernur, saya memiliki sebuah doa yang selalu saya panjatkan kepada Allah. Sebagaimana diketahui, setelah bertugas selama lima tahun sebagai gubernur di daerah tersebut, saya kemudian dipindahkan ke Erzurum dan bekerja di sana selama dua setengah tahun. Doa yang terus tumbuh dalam hati saya adalah: Ya Allah, karuniakanlah kepadaku kesempatan menjadi gubernur Yerusalem meskipun hanya untuk satu hari."
Dia melanjutkan:
"Saya tetap yakin bahwa Allah akan memperlihatkan hari-hari itu kepada kita. Pasti akan terjadi. Saya meyakininya sepenuh hati dan hingga kini keyakinan itu tetap ada. Sebagaimana pada masa lalu, wilayah-wilayah tersebut akan kembali menjadi milik kita dan berada di bawah pemerintahan serta pengelolaan kita, dengan izin Allah. Sebab pemimpin kita adalah seorang tokoh dunia seperti Recep Tayyip Erdogan."
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menanggapi pernyataan tersebut melalui unggahan berbahasa Turki.
Dia menulis:
"Saya katakan kepada pejabat Turki yang melontarkan ancaman dan bermimpi menguasai Yerusalem: Yerusalem bukan Konstantinopel, dan Negara Israel bukanlah kekaisaran Tentara Salib yang akan runtuh. Israel adalah negara yang kuat dan tegas, serta telah membuktikan kemampuannya mempertahankan diri dari segala ancaman."

1 hour ago
2
















































