REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui pembangunan Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (D.I) Kewenangan Daerah Paket 2 di Provinsi Lampung. Proyek yang berlokasi di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, tersebut difokuskan untuk meningkatkan layanan irigasi bagi sektor pertanian.
Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero) Dian Sovana mengatakan, proyek rehabilitasi irigasi ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. “Hal ini bertujuan mendukung produktivitas pertanian masyarakat setempat sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan,” kata Dian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dian menjelaskan, perusahaan menekankan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada kualitas konstruksi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersebut, distribusi air menuju lahan pertanian diharapkan menjadi lebih optimal, efisien, dan merata sehingga mampu meningkatkan hasil panen petani.
Proyek rehabilitasi mencakup pekerjaan pada sejumlah daerah irigasi, yakni D.I Rawa Kalong, D.I Way Haru Sekunyir Intake 1, D.I Way Haru Sekunyir Intake 2, serta D.I Way Samang. Total panjang penanganan mencapai 14.100 meter dengan luas layanan irigasi sebesar 1.102,68 hektare. Dian menilai proyek ini penting untuk meningkatkan keandalan sistem irigasi yang sebelumnya mengalami penurunan fungsi akibat kerusakan pada saluran dan bangunan air.
“Ruang lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pekerjaan saluran, pekerjaan pasangan, hingga rehabilitasi bangunan bagi, sadap, dan bagi sadap,” ujar Dian.
Dian menambahkan, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan mutu konstruksi, keselamatan kerja, ketepatan waktu, serta keberlanjutan lingkungan agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang. Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung sektor pertanian melalui penyediaan infrastruktur sumber daya air yang andal.
“Brantas Abipraya terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” lanjut Dian.
Dian berharap distribusi air menuju area pertanian di Lampung Barat menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian masyarakat meningkat. Menurutnya, jaringan irigasi yang baik memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
“Pembangunan infrastruktur irigasi bukan hanya tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga tentang bagaimana infrastruktur tersebut mampu mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat,” sambung Dian.
Dian mengatakan, proyek rehabilitasi irigasi tersebut juga mendukung program prioritas pemerintah pada sektor ketahanan pangan nasional serta sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada pangan.
“Infrastruktur irigasi yang optimal menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung kesejahteraan petani di berbagai daerah,” ungkap Dian.
Dian optimistis proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini dapat meningkatkan kualitas layanan irigasi di wilayah Lampung Barat. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, sektor pertanian diharapkan berkembang lebih produktif dan berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Brantas Abipraya akan terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional melalui proyek-proyek yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian Indonesia,” kata Dian.

2 hours ago
2

















































