REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp 55,2 triliun pada Tahun Buku 2025. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting bagi perseroan menghadapi tantangan industri energi pada 2026 di tengah gejolak geopolitik global.
Baron menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2025 yang digelar pada 23 Juni 2026. Ia mengapresiasi pemerintah, masyarakat, dewan komisaris, direksi, dan seluruh pekerja Pertamina atas dukungan yang mendorong kinerja perusahaan sepanjang 2025.
"Pertamina telah melaksanakan RUPS Tahunan 2025 dengan membukukan laba sebesar Rp 55,2 triliun. Hasil ini menjadi dorongan bagi kami agar dapat menghadapi 2026 dengan lebih baik di tengah gejolak geopolitik yang memengaruhi industri energi global," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron saat ditemui seusai peluncuran Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026) lalu.
Baron mengatakan capaian tersebut menjadi penyemangat bagi Pertamina untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika industri energi global.
Berdasarkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 yang disampaikan dalam RUPS, Pertamina membukukan pendapatan sebesar 70,89 miliar dolar AS atau setara Rp 1.167,99 triliun, EBITDA sebesar 11,43 miliar dolar AS atau setara Rp 188,33 triliun, serta laba bersih sebesar 3,35 miliar dolar AS atau setara Rp 55,2 triliun.
Perseroan juga memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp 360,76 triliun melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen. Investasi di dalam negeri mencapai sekitar Rp 97,2 triliun, disertai penyerapan belanja produk dalam negeri sebesar Rp 531,5 triliun.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan capaian tersebut menunjukkan Pertamina mampu menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat transisi energi, sekaligus mempertahankan fundamental keuangan yang sehat.
Sepanjang 2025, Pertamina juga menjaga produksi migas di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), memasok sekitar 70 persen kebutuhan BBM nasional, serta menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO₂e melalui berbagai program dekarbonisasi.
Pertamina menilai tantangan industri energi pada 2026 masih dipengaruhi dinamika geopolitik global. Perseroan berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional sekaligus terus meningkatkan pelayanan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.
sumber : Antara

1 hour ago
3









































