Insiden Selat Hormuz: AS Tembak Kapal Sipil, 5 Tewas

4 hours ago 1

 AS Tembak Kapal Sipil, 5 Tewas Selat Hormuz Iran. / ist

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan di Selat Hormuz memanas setelah laporan menyebut pasukan Amerika Serikat menembaki kapal sipil dari Oman menuju Iran hingga menewaskan lima orang, memicu saling bantah antara Washington dan Teheran.

Insiden bersenjata di kawasan Selat Hormuz kembali meningkatkan ketegangan geopolitik. Kantor berita Iran, Tasnim News Agency, melaporkan pasukan Amerika Serikat melepaskan tembakan ke dua kapal sipil yang mengangkut barang dari Khasab, Oman, menuju Iran, yang mengakibatkan lima orang tewas.

Peristiwa tersebut langsung mendapat tanggapan dari United States Central Command yang sebelumnya menyatakan bahwa Iran lebih dulu menembaki kapal perang Amerika dan kapal komersial. Menurut militer AS, tindakan balasan dilakukan dengan menghancurkan kapal-kapal kecil yang disebut milik Iran.

Namun, versi berbeda disampaikan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting, yang mengutip sumber militer senior setempat. Dalam laporan tersebut, klaim Amerika dinilai tidak benar dan dianggap sebagai narasi sepihak.

Laporan itu juga menyebut Amerika menggambarkan insiden tersebut sebagai operasi militer yang berhasil menargetkan kapal-kapal bersenjata Iran, meskipun pihak Iran membantah adanya keterlibatan kapal militer dalam kejadian tersebut.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu (3/5) mengumumkan peluncuran Project Freedom, sebuah operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz agar dapat keluar dari kawasan strategis tersebut.

Dalam keterangan resminya, CENTCOM menyebut dukungan militer untuk operasi itu mencakup kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta sekitar 15.000 personel militer. Operasi tersebut mulai dijalankan sejak Senin pagi.

Sementara itu, IRIB kembali melaporkan bahwa militer Iran sempat mencegah kapal Amerika melintasi Selat Hormuz dengan menyerang sebuah kapal perang menggunakan dua rudal. Namun klaim tersebut kembali dibantah oleh CENTCOM.

Ketegangan semakin meningkat setelah Trump memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi berat apabila mencoba menyerang kapal-kapal Amerika di sekitar Selat Hormuz, kawasan yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia dan kini kembali menjadi sorotan dalam dinamika konflik antara kedua negara.

Selat Hormuz bukan sekadar perairan sempit; ia adalah "nadi" yang denyutnya menentukan kestabilan ekonomi dan suhu politik dunia. Terletak di antara Iran dan Oman, selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, menjadi satu-satunya akses laut bagi negara-negara produsen minyak raksasa di kawasan Teluk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|