BPS Catat Tenaga Kerja 147,67 Juta, Pengangguran Turun

4 hours ago 1

BPS Catat Tenaga Kerja 147,67 Juta, Pengangguran Turun Ilustrasi pengangguran. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penyerapan tenaga kerja Indonesia terus meningkat pada Februari 2026. Jumlah pekerja bertambah, sementara tingkat pengangguran mengalami penurunan.

Badan Pusat Statistik mencatat jumlah tenaga kerja nasional pada Februari 2026 mencapai 147,67 juta orang. Angka ini meningkat sekitar 1,896 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan perbaikan berkelanjutan di pasar tenaga kerja Indonesia.

Peningkatan tersebut didorong oleh sejumlah sektor utama, terutama industri yang menyumbang 13,57 persen terhadap total penyerapan tenaga kerja, seiring meningkatnya aktivitas produksi di berbagai daerah.

Sementara itu, sektor pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi mencapai 28,78 persen, disusul sektor perdagangan besar dan eceran yang berkontribusi sekitar 17,95 persen pada Februari 2026.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan peningkatan jumlah pekerja juga diiringi perbaikan indikator ketenagakerjaan lainnya.

“Peningkatan jumlah penduduk bekerja diikuti oleh penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,76 persen pada Februari 2025 menjadi 4,68 persen pada Februari 2026. Jumlah pengangguran juga berkurang dari 7,28 juta orang menjadi 7,24 juta orang pada periode yang sama,” ungkap Amalia, Selasa (5/5/2026).

Dari total 219,54 juta penduduk usia kerja, sebanyak 154,91 juta orang masuk kategori angkatan kerja. Hal ini tercermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang mencapai 70,56 persen.

BPS juga mencatat adanya peningkatan kualitas pekerjaan. Proporsi pekerja penuh waktu mengalami kenaikan, sementara jumlah setengah pengangguran menunjukkan tren penurunan, menandakan stabilitas kerja yang semakin membaik.

Secara sektoral, tiga lapangan usaha utama masih menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional, yakni pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri. Ketiganya menyerap sekitar 60,29 persen tenaga kerja dan berperan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap solid di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Fenomena pengangguran tetap menjadi tantangan struktural yang kompleks bagi perekonomian global maupun domestik. Secara esensial, pengangguran terjadi ketika terdapat ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi yang dimiliki angkatan kerja dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh pasar industri.

Faktor penyebabnya sangat beragam, mulai dari perlambatan pertumbuhan ekonomi yang mengurangi daya serap tenaga kerja, hingga disrupsi teknologi di mana otomatisasi dan kecerdasan buatan mulai menggantikan peran manusia dalam sektor-sektor rutin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|