Gebyar Husada Sleman 2026 Buka Layanan Kesehatan Gratis Tiga Hari

1 hour ago 1

Gebyar Husada Sleman 2026 Buka Layanan Kesehatan Gratis Tiga Hari Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sedang memberikan bingkisan kepada ibu hamil di Sleman City Hall, Selasa (5/5/2026). - Andreas Yuda Pramono / Harian Jogja

SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menggelar Pekan Layanan Kesehatan Terpadu Gebyar Husada 2026 selama tiga hari di Sleman City Hall, mulai dari Selasa (5/5) – (7/5/2026). Kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman dan peringatan Hari Kesehatan Sedunia ini menyediakan layanan kesehatan gratis untuk masyarakat dengan sasaran seluruh siklus kehidupan.

Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama, menyampaikan Gebyar Husada 2026 dirancang untuk meningkatkan literasi kesehatan, memperluas akses layanan kesehatan berkualitas tanpa biaya, serta memperkuat deteksi dini penyakit fisik maupun mental di masyarakat. Seluruh layanan selama kegiatan dipastikan gratis atau tidak dipungut biaya.

Pada hari pertama, Selasa (5/5/2026), layanan difokuskan bagi ibu hamil. Agenda yang disiapkan meliputi senam ibu hamil, USG gratis, serta konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

Cahaya menyatakan fokus pada ibu hamil dilakukan untuk menekan risiko angka kematian ibu dan angka kematian bayi melalui deteksi dini kehamilan berisiko tinggi. Sejumlah faktor risiko yang disorot antara lain usia kehamilan terlalu muda atau terlalu tua, serta penyakit penyerta seperti TBC, kanker, dan gangguan jantung.

“Kita mendekatkan layanan di mal supaya masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan dan tidak merasa sungkan. Kalau ditemukan risiko tinggi, nanti langsung dipantau oleh puskesmas,” kata Cahya ditemui di SCH, Selasa.

Rangkaian Gebyar Husada dibagi dalam tiga fokus layanan. Hari kedua, Rabu (6/5/2026), menyasar balita melalui pemeriksaan tumbuh kembang, konsultasi dokter spesialis anak, layanan psikolog klinis, dan imunisasi kejar. Hari ketiga difokuskan bagi usia dewasa dan lansia dengan layanan pemeriksaan jantung menggunakan EKG, tes kepadatan tulang, dan konsultasi dokter spesialis penyakit dalam.

Selain layanan utama, panitia juga membuka cek kesehatan gratis, seminar kesehatan bersama akademisi FKKMK UGM, skrining kesehatan mental digital berbasis Heart Rate Variability, serta booth layanan administrasi dari sejumlah organisasi perangkat daerah dan BPJS Kesehatan.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah tersedia di Kabupaten Sleman. Menurut dia, layanan kesehatan di Sleman saat ini ditopang 25 puskesmas, rumah sakit daerah, dan sejumlah klinik. Pemerintah daerah juga membuka ruang evaluasi dari masyarakat untuk pembenahan pelayanan kesehatan ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|