Pembubaran paksa nobar film Pesta Babi di Universitas Khairun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembubaran paksa pelaksanaan nonton bareng (nobar) film 'Pesta Babi' kembali terjadi. Dilansir dari laman Instagram Karfapala Unkhair (Keluarga Besar Arfat Pecinta Alam Universitas Khairun), pria dengan seragam TNI membubarkan gelaran nonton bersama di Universitas Khairun Ternate pada Senin (12/5/2026).
"Pembubaran paksa oleh aparat TNI kepada mahasiswa di saat nobar flm pesta babi di area kampus universitas khairun," demikian keterangan di IG, Selasa.
Menurut kronologi dari Karfapala, mahasiswa sedang menggelar nonton bareng film 'Pesta Babi' tersebut. Kemudian datang anggota TNI berseeragam loreng dengan tulisan Babinsa datang tanpa surat resmi dan dialog.
Aparat TNI datang meminta agar pelaksanaan kegiatan nonton bareng itu dibubarkan tanpa alasan jelas. Kegiatan ini dinilai bernuansa intimidatif dan membuat khawatir mahasiswa.
Belum ada pernyataan resmi dari TNI terkait dengan pembubaran paksa film itu. Namun insiden pembubaran di Ternate sejatinya bukan kali pertama.
Pelarangan ini bertolak belakangan dengan pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai.
Aparat TNI juga dilaporkan melakukan pembubaran kegiatan nobar film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).
Pembubaran itu dilakukan langsung oleh Komandan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1501/Ternate Kolonel Inf Jani Setiadi.
Dalam unggahan akun Instagram @/wachtdoc_insta, Jani mengaku memantau media sosial terkait banyaknya penolakan terhadap film karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale itu. Pasalnya, film yang mengisahkan tentang perjuangan masyarakat adat Papua itu dinilai provokatif.
"Yang saya soroti adalah tentang judulnya yang provokatif. Bannernya yang provokatif. Itu saja," kata dia saat menghentikan pemutaran film yang dilaksanakan di Benteng Oranje, Ternate, itu.

5 days ago
14
















































