TNI Gugur di Lebanon, Persis Desak PBB Tingkatkan Perlindungan UNIFIL

2 hours ago 2

Markas Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/Unifil TNI di Lebanon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Garapan (Bidgar) Hubungan Luar Negeri Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis), Ustaz Arip Rahman, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya anggota TNI yang bertugas di Lebanon.

Ia juga mengecam keras tindakan Israel yang dinilai bertanggung jawab atas tewasnya personel TNI tersebut, serta mendesak peningkatan perlindungan bagi pasukan perdamaian Indonesia di bawah naungan PBB.

“Kami menyampaikan belasungkawa dan sangat berduka atas wafatnya personel TNI di Lebanon. Kami juga mengecam keras apa yang dilakukan Israel,” kata Ustaz Arip kepada Republika, Selasa (31/3/2026).

Menurut dia, tidak diperlukan investigasi lebih lanjut karena pihak yang bertanggung jawab dinilai sudah jelas. Ia menilai tindakan tersebut merupakan bentuk tekanan terhadap Indonesia.

Ia menegaskan perlindungan terhadap personel TNI di Lebanon perlu ditingkatkan, mengingat mereka sedang menjalankan amanah konstitusi untuk menjaga ketertiban dunia. Dalam hal ini, PBB diminta meningkatkan keamanan pasukan Indonesia yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL).

“PBB harus memberikan jaminan keselamatan bagi warga negara Indonesia yang sedang bertugas di Lebanon,” ujarnya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|