Pesan Menlu Iran ke Saudi: Sekarang Saatnya Usir Tentara AS

2 hours ago 2

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Senin bahwa pemerintah Arab Saudi harus “mengusir” pasukan AS dari wilayah kerajaan tersebut . Ini ia sampaikan tiga hari setelah militer Iran menyerang pangkalan udara AS di Arab Saudi. 

“Iran menghormati Kerajaan Arab Saudi dan menganggapnya sebagai negara saudara,” tulis Araghchi di platform sosial X. “Operasi kami ditujukan pada agresor musuh yang tidak menghormati orang Arab atau Iran, dan juga tidak dapat memberikan jaminan keamanan apa pun.”

"Lihat saja apa yang kami lakukan terhadap komando udara mereka. Saatnya untuk mendepak pasukan AS."

Dalam postingannya, Araghchi juga membagikan foto Boeing E-3 Sentry milik Angkatan Udara AS yang terbelah dua dan kubah radarnya tergeletak di tanah. Beberapa media sebelumnya melaporkan bahwa pesawat itu hancur dalam serangan itu. 

AS dan Arab Saudi memiliki kemitraan jangka panjang sejak lebih dari delapan dekade. Ada lima pangkalan militer A.S. di negara kaya minyak itu, menurut Militarybases.com, dan sekitar 2.700 anggota militer di sana, menurut NewsNation.

Pada Jumat, serangan rudal Iran terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Al-Kharj, Arab Saudi, melukai 12 anggota militer AS, menurut The Wall Street Journal. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa dua anggota militer menderita luka parah, sementara 10 orang mengalami gegar otak. 

Serangan itu juga merusak beberapa pesawat pengisian bahan bakar AS, dan beberapa kendaraan udara tak berawak terkena serangan tersebut, Journal menambahkan.

Presiden AS Donald Trump pekan lalu menyatakan di depan investor-investor Saudi pekan lalu bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman belakangan mulai mendekatinya. “He didn’t think that he’d be kissing my ass,” kata Trump yang mengisyaratkan penghinan terhadap putra mahkota. Ia juga meminta para investor mengatakan pada sang pangeran supaya bersikap baik dengannya dengan nada setengah mengancam.

Tak hanya itu, Trump dalam pidato di Miami itu juga menyombongkan bahwa negara-negara Teluk sedianya ikut serta dalam perang yang dilancarkan AS-Israel ke Iran. “Arab Saudi ikut perang, Qatar ikut perang. UEA ikut perang, Bahrain ikut perang, dan Kuwait ikut perang,” kata Trump.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|