Tiga Perusahaan Indonesia Sediakan Makanan Siap Santap saat Puncak Haji

1 hour ago 2

Oleh: Fernan Rahadi, wartawan Republika, dari Makkah, Arab Saudi

Tiga perusahaan asal Indonesia akan menyediakan makanan siap santap (ready-to-eat/RTE) bagi jamaah haji RI menjelang masa puncak ibadah haji. Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj RI Jaenal Effendi mengatakan, perusahaan-perusahaan dari Tanah Air dilibatkan dengan harapan, para tamu Allah itu akan mendapatkan yang ramah di lidah mereka. Terlebih lagi, konsumsi yang akan disediakan dapat memenuhi asupan gizi sehingga mereka siap menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Menurut Jaenal, ada lima perusahaan yang akan memasok makanan siap santap sebelum jamaah haji RI berangkat ke Arafah dan menyambut mereka saat pulang dari Mina. Dari kelima perusahaan itu, tiga di antaranya berasal dari Indonesia.

"Ada tiga perusahaan di Indonesia, kemudian di Saudi ini ada dua perusahaan. Semua melakukan kerja sama," ujar Jaenal usai rapat dengan para penyedia layanan konsumsi Makkah terkait penyediaan makanan RTE untuk konsumsi jamaah haji Indonesia pada akhir pekan lalu.

Ketiga perusahaan Indonesia itu adalah PT Halalan Thayyiban Indonesia, PT Indo Niaga Agro, dan PT Laukita Bersama Indonesia.

Jaenal menjelaskan, perusahaan-perusahaan Indonesia itu sudah memenuhi standar Tanah Air melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Demikian pula, mereka telah mematuhi standar Arab Saudi melalui Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Perusahaan-perusahaan itu, bersama dua perusahaan Arab Saudi lainnya, menyediakan makanan siap santap (RTE) dan mendistribusikannya ke hotel-hotel. Jamaah akan menerima makanan tersebut saat bersiap untuk menjalankan puncak haji di Padang Arafah.

Perusahaan-perusahaan Indonesia akan menyediakan makanan pada tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah 1447 H; bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026 M. Artinya, sebelum jamaah pergi ke Arafah dan setelah selesai melempar jumroh di Mina, makanan siap santap sudah tersedia di hotel.

Kemenhaj juga memastikan bahwa konsumsi siap santap akan didistribusikan ke seluruh hotel jamaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau pada 23 Mei 2026.

"Dari dapur (paket makanan siap santap) akan didistribusikan ke seluruh hotel yang ada. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik, sehingga jamaah kita bisa tenang dalam melakukan ibadah. Masih ada sampai tanggal 6 (Dzulhijjah) nanti untuk menyiapkan segala sesuatunya," ujar Jaenal.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|