Sering Diabaikan, Perubahan Perilaku Ini Jadi Tanda Kucing Punya Masalah Ginjal

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merawat kucing bukan hanya soal memberi makan dan bermain bersama, namun juga perlu menyadari kesehatan anabul. Sama seperti manusia, kucing juga dapat mengalami penurunan fungsi organ ketika memasuki usia lanjut.

Pakar genetika ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor, mengatakan salah satu penyakit paling sering muncul pada kucing usia lanjut adalah gangguan ginjal. Bentuknya bisa berupa penyakit ginjal kronis maupun batu ginjal, yang dapat menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani.

Prof Ronny menjelaskan, ada banyak faktor yang bisa memicu gangguan ginjal pada kucing. Di antaranya paparan racun seperti tanaman lili, cairan antibeku, hingga obat-obatan manusia yang tidak cocok untuk hewan.

“Selain itu, infeksi, trauma, serta penyakit lain seperti hipertiroidisme dan hipertensi juga dapat berpengaruh pada kesehatan ginjal kucing,” kata Prof Ronny dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (2/7/2026).

Menurut Prof Ronny, gangguan ginjal pada kucing umumnya berkembang perlahan dan muncul ketika fungsi ginjal menurun secara signifikan. Tanda umumnya mencakup sering minum, perubahan pola buang air, masalah pencernaan, gusi kering, kulit kurang elastis, mata cekung, penurunan berat badan, muntah, serta napas berbau amonia.

la menyarankan pemilik kucing memeriksa tanda awal gangguan ginjal yang tidak tampak. Pentingnya melakukan tes darah dan urine secara rutin, terutama pada kucing di atas tujuh tahun untuk menjaga kesehatan dan penanganan yang tepat waktu.

"Untuk memahami gangguan ginjal yang berkembang perlahan dan sering tidak menunjukkan gejala, pemilik kucing disarankan untuk menggabungkan perubahan pola minum dan buang air kecil. Jika ada peningkatan signifikan, segera konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan yang tepat," kata dia.

Untuk mencegah gangguan ginjal pada kucing kesayangan, kata Prof Ronny, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, pastikan kucing tetap terhidrasi dengan menyediakan udara segar atau air mengalir seperti air mancur, serta memberikan makanan basah untuk meningkatkan asupan udara. Langkah ini penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan mereka.

Kedua, lakukan pemeriksaan darah dan urine secara rutin setiap 3-6 bulan untuk menjaga kesehatan ginjal kucing. Selain itu, ultrasonografi (USG) ginjal juga disarankan untuk mengetahui adanya penyakit atau batu, sehingga tindakan yang tepat dapat segera dilakukan.

Dalam hal perawatan, Prof Ronny mengingatkan agar pemiliknya tidak sembarangan memberikan obat manusia kepada kucing. Obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat berbahaya bagi anabul.

"Hindari memberikan obat untuk manusia, seperti parasetamol atau ibuprofen, karena dapat beracun bagi kucing. Segera periksakan ke dokter jika muncul gejala, karena gejala awal sering kali ringan dan mudah terabaikan. Jangan hanya mengandalkan perubahan pola makan tanpa berkonsultasi dengan dokter hewan," kata Prof Ronny.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|