Ekspresi David Alaba setelah Austria tersingkir dari Piala Dunia 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat bagi Austria. Kekalahan 0-3 dari Spanyol pada babak 32 besar menutup perjalanan Die Rot-Weiss-Roten di Amerika Utara, Jumat (3/7/2026) pagi WIB.
Namun, di balik kekecewaan itu, tersimpan kebanggaan karena Austria akhirnya kembali merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang selama 28 tahun.
Kapten Austria David Alaba mengakui suasana ruang ganti dipenuhi kesedihan usai peluit panjang berbunyi. Meski demikian, bek Real Madrid itu meminta seluruh rekan setim tidak melupakan pencapaian besar yang telah mereka raih sepanjang turnamen.
"Ada kekosongan tertentu dalam diri kami, ada kesedihan. Tentu saja kami sangat kecewa. Itulah suasana di ruang ganti saat ini," ujar Alaba, dikutip dari laman resmi FIFA.
"Namun kami harus bangga terhadap diri kami sendiri atas apa yang telah kami lakukan dalam beberapa pekan terakhir."
Menurut Alaba, keberhasilan kembali membawa Austria tampil di Piala Dunia merupakan fondasi penting bagi perkembangan sepak bola negaranya. Ia menegaskan skuad saat ini datang dengan ambisi besar, sehingga rasa kecewa setelah tersingkir menjadi hal yang wajar.
"Tentu saja ini sesuatu yang sangat istimewa. Saat ini kami memiliki tim yang berpikir besar dan memiliki mimpi besar. Ketika mimpi-mimpi itu tidak bisa diwujudkan, tentu rasanya sangat menyakitkan," kata pemain berusia 34 tahun tersebut.

1 hour ago
5













































