REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. Namun, kebijakan tersebut diharapkan tidak mengorbankan keberlangsungan operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang telah dibangun dengan investasi besar.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, mengatakan pemerintah perlu memastikan kedua bandara berjalan beriringan sehingga kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aset strategis milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kami menyambut baik Bandara Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan komersial. Meski demikian, pemerintah juga harus memastikan BIJB Kertajati tetap optimal agar investasi yang telah dikeluarkan tidak sia-sia," ujar MQ Iswara di Bandung, Kamis (2/7/2026).
Menurut dia, BIJB Kertajati merupakan proyek strategis yang telah diperjuangkan sejak 2012, mulai dari pembebasan lahan hingga pembangunan infrastruktur pendukung. Bandara tersebut semula diproyeksikan menjadi bandara internasional utama di Jawa Barat sekaligus mendukung penyelenggaraan PON XIX 2016.
Namun, target itu belum sepenuhnya tercapai karena pembangunan BIJB Kertajati maupun Jalan Tol Cisumdawu saat itu belum rampung sesuai jadwal sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
MQ Iswara menilai keberadaan BIJB Kertajati harus terus dijaga mengingat investasi yang telah digelontorkan sangat besar. Selain itu, perusahaan pengelola bandara juga masih memiliki kewajiban pembiayaan yang harus diselesaikan.
"Sekarang BIJB Kertajati sudah berdiri dan investasi yang dikeluarkan sangat besar. Bahkan perusahaan pengelola bandara masih memiliki kewajiban membayar cicilan dan bunga. Oleh karena itu harus ada solusi yang tepat bagi semua pihak," katanya.
Ia menambahkan, reaktivasi Bandara Husein perlu dibarengi strategi yang mampu menjaga keberlangsungan operasional BIJB Kertajati.
DPRD Jabar mendorong adanya solusi yang menguntungkan seluruh pihak agar masyarakat memperoleh kemudahan akses penerbangan sekaligus menjaga keberlanjutan investasi daerah.
Saat ini, berbagai upaya terus dilakukan untuk memperkuat operasional BIJB Kertajati, di antaranya melalui layanan penerbangan haji, pengembangan penerbangan umrah, pembangunan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO), hingga penjajakan kerja sama dengan sektor pertahanan.
Meski demikian, pengembangan penerbangan umrah masih menghadapi tantangan, terutama tingginya biaya transportasi menuju BIJB Kertajati yang dinilai menjadi beban bagi biro perjalanan. Sementara itu, pemerintah memiliki keterbatasan untuk memberikan subsidi kepada pihak swasta.
"Kita masih mencari solusi untuk penerbangan umrah. Haji relatif sudah berjalan, sementara MRO juga sedang dijajaki. Terpenting, bandara ini benar-benar beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar MQ Iswara.
Ia berharap pengelola BIJB Kertajati mampu menarik lebih banyak maskapai untuk membuka rute penerbangan domestik maupun internasional.
Menurutnya, keberhasilan Kertajati tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan infrastruktur, tetapi juga strategi pemasaran dan tersedianya pilihan rute penerbangan yang semakin beragam.

1 hour ago
4













































