
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus berbasis pengabdian masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan para dosen./ Ist
Kolaborasi Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Industri, Beri Pelatihan Dehumidifier dan Business Model Canvas Kepada Masyarakat Kalurahan Rejowinangun
JOGJA- Sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus berbasis pengabdian masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai program Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan para dosen.
Kalurahan Rejowinangun menjadi salah satu mitra Fakultas Teknologi Industri UAD dalam pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat periode 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 13 Mei 2026 ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Industri.
Empat dosen yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Aster Rahayu, S.Si., M.Si., Ph.D.; Ir. Firda Mahira Alfiata Chusna, S.T., M.Eng.; Ir. Hapsoro Agung Jatmiko, S.T., M.Sc.; serta Ir. Fatma Hermining Astuti, S.T., M.Sc.
.jpg)
Program pengabdian mengusung tema pemanfaatan teknologi sederhana berupa dehumidifier untuk membantu mengatasi kelembapan di area permukiman warga. Kondisi rumah yang lembap kerap menjadi persoalan, terutama saat cuaca tidak menentu dan musim hujan berkepanjangan.
Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, yakni Udhivatul Ulya dan Syahrani Pramia Lestari, S.T., mahasiswa Magister Teknik Kimia (MTK), sebagai bagian dari program Prodamat yang menjadi salah satu syarat kelulusan mahasiswa magister.
Sebanyak kurang lebih 30 warga Kalurahan Rejowinangun mengikuti sosialisasi dan pelatihan yang digelar di balai kalurahan. Dalam sesi ini, tim dosen membagikan pengetahuan mengenai pembuatan dehumidifier yang murah, sederhana, dan mudah diaplikasikan di rumah.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik langsung atau hands on pembuatan dehumidifier. Warga diajak memahami alat, bahan, hingga proses perakitan secara bertahap.
Setelah sesi pelatihan teknologi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait Business Model Canvas (BMC) dan pengembangan produk unggulan. Materi ini diberikan untuk mendukung penguatan ekonomi warga, mengingat Rejowinangun memiliki sejumlah produk unggulan seperti blangkon dan kuliner lokal.
Melalui pelatihan ini, tim pengabdian berharap warga tidak hanya memperoleh solusi atas persoalan rumah lembap, tetapi juga mendapatkan peluang ekonomi baru. Bahkan, dehumidifier hasil pelatihan diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan baru Kalurahan Rejowinangun.
Dengan kolaborasi ini, warga diharapkan semakin memiliki daya saing, baik dari sisi pemanfaatan teknologi sederhana maupun pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































