Jumali Selasa, 19 Mei 2026 13:27 WIB

Pelatih Arsenal Mikel Arteta.
Harianjogja.com, JOGJA— Arsenal kini berada di ambang sejarah baru setelah kemenangan tipis 1-0 atas Burnley membuat peluang mereka menjuarai Liga Inggris 2025/2026 semakin terbuka lebar. Hasil di Stadion Emirates pada Selasa (19/5/2026) dini hari WIB itu membuat tekanan besar kini beralih ke Manchester City yang wajib menang jika ingin menjaga persaingan gelar tetap hidup.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal semakin nyaman di puncak klasemen dengan koleksi 82 poin dari 37 pertandingan. Sementara itu, Manchester City masih berada di posisi kedua dengan 77 poin dari 36 laga dan baru akan menghadapi Bournemouth pada Rabu (20/5/2026) pukul 01.30 WIB.
Situasi tersebut membuat para pendukung Arsenal mulai menghitung peluang juara yang sudah berada di depan mata. Jika Manchester City gagal menang, baik imbang maupun kalah, maka The Gunners dipastikan mengakhiri penantian panjang gelar Liga Inggris yang telah berlangsung selama 22 tahun.
Meski berhasil menang, pertandingan melawan Burnley tidak berjalan mudah bagi skuad asuhan Mikel Arteta. Arsenal sempat kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu yang bermain disiplin sejak awal pertandingan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37 lewat aksi Kai Havertz. Penyerang asal Jerman tersebut sukses menyundul bola hasil umpan silang Bukayo Saka dan membawa Arsenal unggul 1-0. Gol itu sekaligus mempertegas kekuatan Arsenal dalam situasi bola mati musim ini.
Catatan tersebut menjadi gol ke-18 Arsenal dari skema tendangan sudut sepanjang kompetisi Liga Inggris musim 2025/2026. Statistik itu memperlihatkan efektivitas strategi Arteta dalam memaksimalkan situasi set piece untuk membongkar pertahanan lawan.
Namun kemenangan Arsenal juga diwarnai kontroversi yang sempat membuat suasana stadion menegang. Pada menit ke-67, Kai Havertz melakukan tekel keras terhadap gelandang Burnley, Lesley Ugochukwu. Wasit Paul Tierney memutuskan memberikan kartu kuning, meski tayangan ulang memunculkan perdebatan luas.
VAR sempat melakukan pemeriksaan selama beberapa menit sebelum akhirnya mempertahankan keputusan wasit di lapangan. Banyak pengamat menilai Havertz beruntung tidak mendapat kartu merah langsung karena tekel tersebut dianggap cukup berbahaya.
Mantan bek Manchester United, Gary Neville, termasuk sosok yang menilai pelanggaran itu layak mendapat hukuman lebih berat.
“Keputusan wasit untuk memberikan kartu kuning kepada Havertz telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh VAR – dengan pelanggaran tersebut dianggap bukan pelanggaran serius,” tulis akun resmi Match Centre Premier League.
Mikel Arteta mengaku sempat cemas saat proses pemeriksaan VAR berlangsung. Pelatih asal Spanyol tersebut mengatakan suasana di bangku cadangan Arsenal sempat penuh ketegangan sebelum keputusan akhir diumumkan.
“Saya sangat khawatir ketika VAR memeriksa situasi itu. Tetapi ketika saya melihat ke bangku pelatih, semua orang mengatakan kepada saya bahwa itu bukan kartu merah. Saya belum melihat tayangan ulangnya,” ujar Arteta dikutip dari Football London.
Mantan kiper Timnas Inggris, Rob Green, juga menilai Havertz cukup beruntung masih bisa melanjutkan pertandingan.
“Sepatu mengarah ke atas, kedua kaki terangkat dari tanah, itu tekel yang tinggi. Akan ada banyak orang yang merujuk kembali pada gambar diam di mana ada kartu merah,” ucapnya dikutip dari BBC Sport.
Di luar kontroversi tersebut, Arteta menegaskan hal yang paling membuatnya bangga adalah konsistensi lini pertahanan Arsenal. Ia menilai para pemain menunjukkan perkembangan besar, terutama dalam menjaga organisasi permainan dan saling melindungi saat bertahan.
Arsenal juga dinilai mampu menjaga performa meski sempat dihantam badai cedera pada sejumlah pemain penting sepanjang musim. Kondisi itu membuat Arteta merasa perjuangan timnya musim ini layak mendapat apresiasi lebih besar.
“Terkadang orang lupa betapa pentingnya pemain kami. Tetapi tim masih di sini, masih berjuang untuk gelar. Itu sesuatu yang patut dibanggakan,” tutup Arteta.
Kini perhatian publik sepak bola Inggris tertuju pada pertandingan Manchester City melawan Bournemouth. Hasil laga tersebut akan menentukan apakah Arsenal akhirnya mampu mengakhiri penantian panjang dan kembali merasakan trofi Liga Inggris yang terakhir kali mereka raih pada musim 2003/2004.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































