Kalitalang dan Plunyon Diserbu Wisatawan saat Tren Trail Run

1 hour ago 1

Harianjogja.com, SLEMAN— Minat masyarakat terhadap wisata alam di kawasan Gunung Merapi terus meningkat sepanjang awal 2026. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga sekitar 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan Kalitalang dan Plunyon menjadi destinasi yang paling banyak dipadati pengunjung.

Data Balai TNGM menunjukkan total wisatawan yang datang ke objek wisata alam (OWA) di kawasan Merapi sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 96.683 orang. Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Lonjakan kunjungan ini sekaligus menunjukkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap wisata berbasis alam terbuka. Aktivitas seperti trekking, trail run, hingga wisata panorama pegunungan kini semakin diminati, terutama oleh kalangan muda yang mencari pengalaman wisata sekaligus olahraga luar ruang.

Kepala Balai TNGM, T. Heri Wibowo, mengatakan wisatawan nusantara masih mendominasi kunjungan dengan jumlah mencapai 96.518 orang atau sekitar 99,83%. Sementara itu, wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 165 orang atau sekitar 0,17%.

Peningkatan jumlah wisatawan turut berdampak pada pendapatan kawasan wisata. Hingga 30 April 2026, realisasi pendapatan kawasan wisata TNGM telah mencapai Rp1,11 miliar atau sekitar 89,08% dari target Rp1,25 miliar tahun ini.

Kenaikan pengunjung paling terasa pada April 2026. Selama bulan tersebut, jumlah wisatawan mencapai 29.586 orang atau naik sekitar 57% dibandingkan Maret 2026. Momentum libur nasional menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya aktivitas wisata di kawasan Merapi.

Balai TNGM mencatat sekitar 47,98% kunjungan April berasal dari periode libur nasional, sedangkan kunjungan pada hari biasa tercatat sekitar 52,02%. Kondisi ini membuat sejumlah titik wisata di kawasan Merapi dipadati wisatawan sejak pagi hingga sore hari.

Kalitalang menjadi lokasi dengan lonjakan kunjungan paling mencolok. Pada April 2026, jumlah wisatawan di kawasan tersebut meningkat sekitar 88% menjadi 11.295 pengunjung. Panorama Gunung Merapi yang terbuka serta jalur trekking yang cukup populer menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Selain Kalitalang, kawasan Plunyon juga mengalami peningkatan tinggi dengan jumlah kunjungan mencapai 8.205 wisatawan atau naik sekitar 56% dibandingkan bulan sebelumnya. Lokasi ini belakangan semakin dikenal sebagai titik favorit wisata alam dan olahraga luar ruang.

Objek wisata lain juga menunjukkan tren peningkatan, seperti OWA Jurangjero yang naik sekitar 100% menjadi 620 pengunjung serta Kalikuning yang melonjak sekitar 228% menjadi 154 pengunjung pada April 2026.

Sementara itu, hanya OWA Tlogo Muncar yang mengalami penurunan kunjungan sekitar 10% dengan total 4.041 wisatawan selama April 2026.

Secara kumulatif sepanjang Januari hingga April 2026, Kalitalang menjadi objek wisata dengan jumlah pengunjung tertinggi mencapai 34.095 orang. Posisi berikutnya ditempati Kalikuning-Plunyon sebanyak 27.323 pengunjung, Deles Indah 17.975 pengunjung, Tlogo Muncar 14.884 pengunjung, Jurangjero 2.406 pengunjung, dan Kalikuning 747 pengunjung.

“Kunjungan perorangan lebih banyak sekitar 80,34 persen dan rombongan 19,66 persen. Kunjungan ini berkaitan dengan tren saat ini untuk olahraga luar ruang, terutama trail run dan trekking,” kata Heri, Selasa (19/5/2026).

Menurut Heri, meningkatnya aktivitas wisata di kawasan Merapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar objek wisata alam. Pergerakan wisatawan dinilai ikut membantu aktivitas usaha warga, mulai dari parkir, warung makan, penginapan, hingga jasa pemandu wisata.

Ia menjelaskan seluruh pendapatan retribusi wisata tersebut masuk ke dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan disetorkan langsung ke kas negara. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Adapun operasional masing-masing objek wisata alam di kawasan TNGM tetap menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di tengah meningkatnya tren wisata alam dan olahraga luar ruang, kawasan Merapi diperkirakan masih akan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan selama musim libur pertengahan tahun mendatang.

“Peningkatan kunjungan di beberapa Obyek Wisata Alam di lingkup TNGM, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar OWA,” kata Heri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|