Mesir Lolos ke 16 Besar Setelah Bongkar Pola Penalti Australia

6 hours ago 4

Jumali

Jumali Sabtu, 04 Juli 2026 08:17 WIB

Mesir Lolos ke 16 Besar Setelah Bongkar Pola Penalti Australia

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Mesir mencatat sejarah penting di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada babak 32 besar, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB. Keberhasilan tersebut mengantarkan The Pharaohs melaju ke babak 16 besar sekaligus menorehkan pencapaian bersejarah dalam perjalanan mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Kesuksesan Mesir tidak hanya ditentukan oleh ketenangan para eksekutor penalti. Tim asal Afrika Utara itu ternyata melakukan persiapan khusus menjelang adu penalti dengan memanfaatkan analisis video untuk mempelajari kebiasaan penjaga gawang Australia, Mathew Ryan.

Beberapa menit sebelum adu penalti dimulai, para pemain Mesir terlihat mempelajari cuplikan video yang menampilkan pergerakan Ryan saat menghadapi tendangan dari titik putih. Analisis tersebut menjadi bekal tambahan bagi para algojo Mesir dalam menentukan arah dan strategi eksekusi.

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Empat penendang Mesir, yakni Ramy Rabia, Mohamed Salah, Mahmoud Saber, dan Hossam Abdelmaguid, sukses menjalankan tugas mereka tanpa kesalahan.

Sebaliknya, Australia gagal memaksimalkan peluang pada babak penentuan. Tendangan Harry Souttar melambung di atas mistar gawang, sementara eksekusi Lucas Herrington hanya membentur mistar. Dari kubu Socceroos, hanya Jackson Irvine dan Awer Mabil yang mampu menyarangkan bola ke gawang.

Sebelum drama adu penalti terjadi, pertandingan berlangsung ketat selama 120 menit. Kedua tim saling menekan, tetapi tidak mampu menciptakan keunggulan hingga laga harus ditentukan dari titik putih.

Australia sebenarnya hampir tersingkir pada penghujung waktu normal. Kiper Thomas Beach tampil gemilang saat menggagalkan peluang emas Mesir pada menit ke-94. Ia berhasil menepis sundulan keras Ramy Rabia yang menyambut umpan silang akurat Mohamed Salah.

Penyelamatan tersebut membuat Australia tetap bertahan dalam pertandingan dan memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Namun, hingga peluit akhir extra time dibunyikan, skor tetap tidak berubah.

Menjelang adu penalti, Australia mengambil keputusan penting dengan menarik keluar Beach dan memasukkan kiper senior Mathew Ryan. Pergantian itu dilakukan dengan harapan pengalaman Ryan dapat meningkatkan peluang tim memenangkan adu penalti.

Akan tetapi, strategi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Ryan gagal menghentikan satu pun tendangan penalti pemain Mesir. Di sisi lain, para pemain The Pharaohs tampil tenang dan disiplin dalam mengeksekusi setiap kesempatan yang mereka dapatkan.

Kemenangan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar Mesir dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. Selain memastikan tempat di babak 16 besar, hasil tersebut juga menjadi kemenangan pertama Mesir dalam laga fase gugur yang ditentukan melalui adu penalti.

Keberhasilan menyingkirkan Australia sekaligus mempertegas status Mesir sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan pada Piala Dunia 2026. Dengan kepercayaan diri yang terus meningkat dan dukungan performa pemain-pemain kunci seperti Mohamed Salah, langkah The Pharaohs kini semakin dinantikan pada fase berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|