Pembuat Claude Gandeng Samsung, Industri Chip AI Memanas

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Sabtu, 04 Juli 2026 11:37 WIB

Pembuat Claude Gandeng Samsung, Industri Chip AI Memanas

Kantor Samsung di Seoul Korea Selatan - Bisnis.com

Harianjogja.com, JOGJA—Persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) tidak lagi hanya terjadi pada pengembangan model bahasa dan aplikasi berbasis AI. Kini, perebutan kendali juga bergeser ke sektor perangkat keras, terutama chip yang menjadi "otak" pemrosesan teknologi tersebut.

Perusahaan pengembang model AI Claude, Anthropic, dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan Samsung untuk mengembangkan chip AI kustom. Informasi tersebut pertama kali dilaporkan oleh The Economic Times yang menyebut pembicaraan antara kedua perusahaan masih berada pada tahap awal.

Jika terealisasi, langkah tersebut dapat menjadi perubahan besar dalam strategi bisnis Anthropic. Selama ini, perusahaan-perusahaan AI umumnya masih bergantung pada pemasok chip eksternal untuk menjalankan model kecerdasan buatan yang membutuhkan daya komputasi sangat besar.

Pengembangan chip khusus dinilai menjadi solusi untuk mengatasi dua tantangan utama yang kini dihadapi industri AI, yakni biaya operasional yang terus meningkat dan keterbatasan pasokan GPU kelas atas di pasar global.

Dengan memiliki chip yang dirancang sesuai kebutuhan internal, Anthropic berpotensi meningkatkan efisiensi sistem sekaligus mengoptimalkan performa model AI miliknya. Strategi tersebut juga dapat membantu perusahaan mengendalikan biaya jangka panjang yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar dalam pengembangan AI generatif.

Langkah Anthropic sejalan dengan tren yang mulai berkembang di kalangan perusahaan teknologi besar. Sejumlah pemain utama industri telah lebih dahulu mengembangkan silikon khusus untuk mendukung kebutuhan AI mereka.

Penggunaan chip kustom memungkinkan perusahaan menyesuaikan arsitektur perangkat keras dengan karakteristik model AI yang dikembangkan. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan menggunakan chip serbaguna yang diproduksi massal.

Bagi Samsung, potensi kerja sama tersebut juga memiliki nilai strategis yang besar. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu selama beberapa tahun terakhir berupaya memperkuat bisnis foundry atau manufaktur chip di tengah dominasi perusahaan lain di pasar global.

Apabila berhasil mendapatkan proyek dari Anthropic, Samsung berpeluang memperluas portofolio klien di sektor AI yang saat ini menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kolaborasi tersebut juga dapat memperkuat posisi Samsung sebagai pemain penting dalam rantai pasok teknologi AI global.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kedua perusahaan. Baik Anthropic maupun Samsung belum memberikan pernyataan terkait laporan yang beredar.

Detail mengenai desain chip, teknologi fabrikasi, kapasitas produksi, hingga jadwal peluncuran juga masih belum diungkapkan. Karena itu, belum dapat dipastikan sejauh mana pembicaraan tersebut akan berkembang menjadi kerja sama konkret.

Bagi industri AI, kabar ini menjadi sinyal bahwa persaingan tidak hanya berkutat pada kemampuan model seperti Claude, tetapi juga pada penguasaan infrastruktur pendukungnya. Pengembangan chip sendiri dinilai dapat memberikan keunggulan kompetitif karena memungkinkan perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap pemasok eksternal.

Jika rencana tersebut benar-benar terwujud, Anthropic akan bergabung dengan sejumlah perusahaan teknologi besar yang berupaya membangun ekosistem AI secara lebih mandiri, mulai dari perangkat lunak hingga perangkat keras. Langkah itu berpotensi mengubah peta persaingan industri AI dalam beberapa tahun mendatang sekaligus mempercepat inovasi di sektor yang saat ini berkembang sangat cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|