Jumali Sabtu, 04 Juli 2026 10:41 WIB

Timnas Kolombia/ JUAN MABROMATA-AFP
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Kolombia melanjutkan perjalanan impresif mereka di Piala Dunia 2026 setelah mengamankan tiket ke babak 16 besar. Los Cafeteros menundukkan Ghana dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan fase gugur yang berlangsung di Kansas City, Sabtu (4/7/2026) WIB.
Kemenangan tersebut tidak hanya memastikan langkah Kolombia ke fase berikutnya, tetapi juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi sembilan pertandingan kompetitif secara beruntun. Hasil ini sekaligus mempertegas dominasi wakil Amerika Selatan itu atas tim-tim Afrika di ajang Piala Dunia.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Namun, laga sempat diwarnai kabar kurang baik setelah kedua tim kehilangan pemain akibat cedera pada fase awal pertandingan.
Kolombia harus menarik keluar Jhon Córdoba, sementara Ghana kehilangan Marvin Senaya. Pergantian cepat tersebut memengaruhi ritme permainan kedua tim, terutama Ghana yang terlihat kesulitan menemukan keseimbangan setelah kehilangan salah satu pemainnya.
Kolombia mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil kendali pertandingan. Keunggulan akhirnya lahir melalui kerja sama apik di sektor sayap.
Luis Suárez mengirimkan umpan terukur dari sisi kanan ke area tiang jauh. Bola kemudian disambut Jhon Arias yang berdiri tanpa kawalan. Dengan penyelesaian sederhana, Arias sukses menaklukkan penjaga gawang Ghana dan membawa Kolombia unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Bagi Ghana, tertinggal lebih dulu membuat mereka harus mengubah pendekatan permainan.
Black Stars mencoba meningkatkan intensitas serangan, tetapi organisasi pertahanan Kolombia tampil sangat disiplin. Sepanjang babak pertama, Ghana bahkan kesulitan menciptakan ancaman berarti ke gawang lawan.
Di sisi lain, Kolombia beberapa kali hampir menggandakan keunggulan. Luis Díaz memperoleh peluang emas ketika bola liar jatuh di hadapannya, namun penyelesaiannya belum menemui sasaran.
Penjaga gawang Ghana, Lawrence Ati-Zigi, juga tampil cukup baik dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya. Salah satunya ketika ia melakukan penyelamatan penting untuk menepis sundulan Johan Mojica yang mengarah ke gawang.
Memasuki babak kedua, Ghana berusaha tampil lebih agresif. Mereka mencoba meningkatkan tekanan demi mencari gol penyeimbang. Namun, rapatnya pertahanan Kolombia membuat upaya tersebut sulit membuahkan hasil.
Kolombia justru kembali menciptakan peluang berbahaya melalui Gustavo Puerta. Tendangan melengkung yang dilepaskannya memaksa Ati-Zigi bekerja keras untuk menjaga timnya tetap berada dalam pertandingan.
Luis Díaz juga sempat merayakan gol kedua Kolombia. Namun, selebrasi tersebut terhenti setelah wasit menerima sinyal offside sehingga gol dianulir.
Meski gagal menambah keunggulan, Kolombia tetap mampu mengontrol jalannya pertandingan hingga peluit panjang berbunyi. Penguasaan bola yang efektif dan transisi pertahanan yang solid membuat Ghana kesulitan menemukan celah untuk mencetak gol.
Hasil ini membawa Kolombia melaju ke babak 16 besar untuk kali keempat secara beruntun dalam penampilan mereka di Piala Dunia. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa Los Cafeteros tetap menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di turnamen edisi kali ini.
Sebaliknya, Ghana harus mengakhiri perjuangan mereka lebih cepat. Kekalahan ini memperpanjang catatan kurang baik Black Stars saat menghadapi wakil Amerika Selatan di putaran final Piala Dunia.
Meski tersingkir, Ghana tetap meninggalkan sejumlah catatan positif selama turnamen berlangsung. Namun, efektivitas penyelesaian akhir dan minimnya peluang bersih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi untuk kompetisi berikutnya.
Sementara bagi Kolombia, kemenangan atas Ghana menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih berat di babak 16 besar. Dengan performa yang semakin stabil dan lini pertahanan yang kokoh, mereka berpeluang melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































