Jumali Sabtu, 04 Juli 2026 10:57 WIB

Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pengguna smartphone OnePlus dan Realme berpotensi menghadapi perubahan besar dalam beberapa tahun mendatang. Sejumlah laporan industri menyebutkan OxygenOS dan Realme UI kemungkinan tidak lagi digunakan pada perangkat generasi berikutnya, digantikan oleh satu platform terpadu berbasis ColorOS yang selama ini menjadi sistem operasi utama Oppo.
Jika rencana tersebut terealisasi, maka ColorOS akan menjadi fondasi tunggal bagi seluruh lini smartphone yang berada di bawah ekosistem Oppo Group. Langkah itu disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan pengembangan perangkat lunak sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Selama ini Oppo, OnePlus, dan Realme memiliki antarmuka Android masing-masing. Meski berasal dari perusahaan yang sama, ketiga sistem tersebut tetap dikembangkan secara terpisah sehingga membutuhkan sumber daya, tenaga pengembang, dan biaya riset yang tidak sedikit.
Dengan penyatuan platform, perusahaan diyakini dapat mempercepat distribusi pembaruan perangkat lunak sekaligus mengurangi biaya pengembangan yang selama ini harus dibagi ke beberapa proyek berbeda.
Sebenarnya tanda-tanda integrasi tersebut sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu. Pada 2021, OnePlus mulai menggabungkan fondasi pengembangan perangkat lunaknya dengan ColorOS. Sejak saat itu, banyak pengguna menilai perbedaan antara OxygenOS dan ColorOS semakin tipis dibandingkan generasi sebelumnya.
Bagi penggemar OnePlus, kabar ini menjadi perhatian tersendiri. OxygenOS selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu antarmuka Android favorit karena menawarkan pengalaman yang ringan, responsif, dan mendekati Android murni.
Karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan utama banyak pengguna memilih perangkat OnePlus dibandingkan merek Android lainnya. Jika nama OxygenOS benar-benar dihapus, sebagian komunitas menilai OnePlus berisiko kehilangan identitas yang selama ini menjadi pembeda di pasar smartphone premium.
Situasinya sedikit berbeda bagi pengguna Realme. Sejak awal kemunculannya, Realme UI memang dibangun dengan basis yang sangat dekat dengan ColorOS. Karena itu, perubahan yang terjadi kemungkinan tidak akan terlalu mencolok dari sisi tampilan maupun pengalaman penggunaan sehari-hari.
Laporan yang beredar juga menyebut restrukturisasi tidak hanya menyentuh sisi perangkat lunak. Oppo Group dikabarkan sedang melakukan penyesuaian strategi bisnis di sejumlah pasar utama.
OnePlus disebut akan lebih fokus menggarap pasar India dan Tiongkok, sementara Realme diarahkan untuk memperkuat penetrasi di pasar internasional. Di India, integrasi operasional bahkan sudah terlihat melalui penyatuan sebagian layanan purna jual OnePlus dengan jaringan servis milik Oppo.
Langkah tersebut menunjukkan upaya perusahaan untuk memperkuat sinergi antarmerek di bawah satu ekosistem yang lebih efisien.
Meski demikian, hingga saat ini Oppo, OnePlus, maupun Realme belum memberikan pernyataan resmi terkait penghapusan OxygenOS dan Realme UI. Karena itu, informasi yang beredar masih sebatas laporan industri dan belum dapat dipastikan kapan akan diterapkan secara penuh.
Bagi pengguna perangkat OnePlus maupun Realme yang saat ini beredar di pasaran, tidak ada indikasi bahwa perubahan tersebut akan berdampak langsung dalam waktu dekat. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, kemungkinan besar hanya akan berlaku pada perangkat generasi baru yang dirilis pada masa mendatang.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kabar ini menandai perubahan besar dalam strategi Oppo Group. Di tengah persaingan industri smartphone yang semakin ketat, efisiensi pengembangan software dan integrasi ekosistem menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan daya saing global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































