Guru Besar UIN Ingatkan Kampus tak Boleh Kalah dari AI

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Prof Achmad Tjahja Nugraha mengingatkan kampus tidak boleh kalah oleh artificial intelligence (AI). Ia menyebut peran utama kampus yaitu sebagai pusat pembangunan karakter, etika, moralitas, dan integritas generasi muda.

"Kampus harus tetap menjadi pusat pengembangan karakter dan etika. Sebab kecerdasan buatan dapat membantu manusia berpikir lebih cepat, tetapi tidak dapat menggantikan moralitas, integritas, dan hati nurani,” ucap dia melalui keterangan resmi yang diterima, Jumat (15/5/2026).

Ia menuturkan kampus tidak semata-mata berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan. Akan tetapi juga sebagai institusi yang membentuk nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial.

Achmad Tjahja mengatakan perkembangan pesat AI menjadi ujian besar bagi dunia pendidikan tinggi dalam menjaga identitas, kedalaman kualitas dan otoritas akademik. Ia mengakui AI membawa banyak manfaat dalam dunia pendidikan, mulai dari percepatan akses informasi hingga efisiensi pembelajaran.

Namun di sisi lain, ia mengatakan muncul tantangan serius terkait kejujuran akademik, orisinalitas karya ilmiah. Serta menurunnya budaya berpikir kritis akibat ketergantungan terhadap teknologi.

Ia menyebut kampus menghadapi tantangan baru terkait plagiarisme, validitas karya ilmiah, hingga perubahan pola belajar mahasiswa. Prof menyebut solusi utama bukan dengan melarang penggunaan AI melainkan membangun budaya akademik yang sehat, adaptif, serta berintegritas.

“Perguruan tinggi tidak boleh kalah oleh teknologi. Kampus harus memimpin arah perubahan dengan menanamkan etika penggunaan AI, membangun tanggung jawab akademik, dan memperkuat karakter mahasiswa,” kata dia.

Ia juga menilai model pendidikan tinggi konvensional yang terlalu berorientasi pada hafalan dan administratif perlahan mulai kehilangan relevansi di era digital. Ke depan, universitas harus lebih fokus membentuk kemampuan analitis, kreativitas, kepemimpinan, empati sosial, serta kemampuan menyelesaikan persoalan nyata masyarakat.

“Artificial Intelligence dapat membantu proses belajar manusia, tetapi kampus tetap memiliki tugas utama membentuk manusia yang beretika, berintegritas, dan bertanggung jawab terhadap peradaban,” kata dia.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|