Jumali Rabu, 17 Juni 2026 22:57 WIB

Artificial Intelligence alias kecerdasan buatan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Era dominasi mutlak ChatGPT di industri kecerdasan buatan (AI) mulai menghadapi ujian serius. Setelah hampir empat tahun menjadi aplikasi AI percakapan paling populer di dunia, layanan besutan OpenAI itu kini untuk pertama kalinya kehilangan mayoritas pangsa pasar.
Laporan terbaru Sensor Tower dalam State of AI 2026 menunjukkan pangsa pasar ChatGPT turun menjadi 46,4 persen pada akhir Mei 2026. Angka tersebut menandai perubahan besar dalam lanskap AI global karena sebelumnya ChatGPT selalu menguasai lebih dari separuh pasar asisten AI.
Meski masih menjadi pemain terbesar, penurunan ini menunjukkan bahwa pengguna mulai melirik alternatif lain yang menawarkan keunggulan berbeda.
Penantang terbesar datang dari Google Gemini. Berkat integrasi yang semakin luas dengan berbagai layanan Google, Gemini berhasil menguasai 27,7 persen pasar AI asisten. Sementara itu, Claude milik Anthropic menempati posisi ketiga dengan pangsa 10,3 persen.
Di bawah tiga besar tersebut terdapat sejumlah pemain lain seperti Grok, DeepSeek, Perplexity, dan Meta AI yang terus memperluas basis penggunanya meski masing-masing masih menguasai kurang dari lima persen pasar.
Fenomena ini mencerminkan perubahan perilaku pengguna AI. Jika sebelumnya masyarakat cenderung menggunakan satu layanan untuk berbagai kebutuhan, kini mereka mulai memilih platform berdasarkan keunggulan spesifik yang ditawarkan.
Gemini, misalnya, dinilai unggul dalam kemampuan multimodal yang menggabungkan teks, gambar, hingga video. Claude mendapatkan reputasi kuat di kalangan korporasi karena kemampuannya mengelola dokumen panjang serta pendekatan yang lebih berhati-hati terkait keamanan penggunaan AI.
Selain faktor fitur, isu privasi dan pengelolaan data juga disebut menjadi salah satu alasan sebagian pengguna mulai mengeksplorasi layanan alternatif. Persaingan yang semakin ketat membuat setiap perusahaan berlomba menghadirkan fitur baru sekaligus meyakinkan pengguna bahwa data mereka dikelola secara aman.
Meski pangsa pasarnya menurun, posisi ChatGPT masih jauh dari kata terancam. Sensor Tower mencatat platform ini masih memiliki lebih dari 1,1 miliar pengguna aktif bulanan. Jumlah tersebut masih unggul dibandingkan Gemini yang memiliki sekitar 662 juta pengguna bulanan dan Claude dengan sekitar 245 juta pengguna.
Menariknya, ketiga layanan tersebut kini mendominasi hampir seluruh aktivitas pengguna AI global. Secara gabungan, ChatGPT, Gemini, dan Claude menguasai sekitar 89 persen total waktu penggunaan aplikasi AI di seluruh dunia.
Persaingan ini juga berjalan beriringan dengan pertumbuhan industri yang sangat cepat. Pada semester pertama 2026, jumlah unduhan aplikasi AI global mendekati 2,3 miliar. Pengeluaran konsumen untuk layanan AI melonjak menjadi sekitar US$4,2 miliar, lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$1,83 miliar.
Tidak hanya itu, total waktu yang dihabiskan pengguna untuk berinteraksi dengan aplikasi AI juga meningkat drastis. Jika pada paruh pertama tahun lalu pengguna menghabiskan sekitar 17,2 miliar jam, kini angkanya menembus 36 miliar jam.
Persaingan sengit ini sebenarnya sudah diprediksi sejak kesuksesan besar ChatGPT pada 2022. Sejumlah raksasa teknologi kemudian masuk ke arena dengan strategi masing-masing. Microsoft menghadirkan Copilot yang terintegrasi dengan ekosistem produktivitasnya. Google mengembangkan Gemini. Anthropic meluncurkan Claude. Sementara perusahaan-perusahaan teknologi China seperti Baidu, Alibaba, DeepSeek, hingga Moonshot AI dengan Kimi juga terus memperluas pengaruhnya.
Bagi pengguna, perubahan ini justru membawa keuntungan. Semakin banyak pemain berarti semakin banyak inovasi, pilihan layanan, serta kompetisi harga yang berpotensi membuat teknologi AI semakin mudah diakses.
Yang menarik untuk dicermati bukan lagi apakah ChatGPT masih menjadi pemimpin pasar, melainkan seberapa lama OpenAI mampu mempertahankan posisinya di tengah gempuran kompetitor yang terus berkembang. Persaingan AI kini tidak lagi soal siapa yang pertama, melainkan siapa yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































