
Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Akun WhatsApp yang tiba-tiba keluar (logout) sendiri atau bahkan terblokir menjadi keluhan yang semakin sering dialami pengguna. Kondisi ini tidak hanya mengganggu komunikasi, tetapi juga berpotensi membahayakan keamanan data pribadi karena nomor WhatsApp kini terhubung dengan berbagai layanan penting, mulai dari mobile banking, dompet digital (e-wallet), hingga akun media sosial.
Fenomena tersebut membuat banyak pengguna khawatir, terlebih ada akun yang sempat dipulihkan setelah mengajukan peninjauan (review), tetapi kembali terblokir dalam waktu singkat. Situasi ini perlu diwaspadai karena dalam sejumlah kasus, akun yang berpindah tangan dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mengakses layanan lain yang terhubung dengan nomor telepon korban.
Pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha, menegaskan bahwa sistem WhatsApp pada dasarnya tidak akan mengeluarkan (log out) akun pengguna tanpa adanya pemicu tertentu. Karena itu, pengguna perlu memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan akun kehilangan akses secara mendadak.
Empat Penyebab Akun WhatsApp Tiba-Tiba Logout atau Terblokir
Malware Pencuri Kode OTP
Mengunduh file aplikasi berformat APK dari tautan atau pesan yang tidak dikenal menjadi salah satu penyebab utama akun WhatsApp diambil alih. Malware yang masuk ke perangkat dapat membaca notifikasi SMS secara diam-diam sehingga kode OTP berhasil dicuri tanpa disadari pengguna.
Apabila kode tersebut berhasil diperoleh pelaku, proses pengambilalihan akun dapat berlangsung hanya dalam hitungan detik.
Korban Modus Begal OTP
Metode lain yang sering digunakan pelaku adalah social engineering atau rekayasa sosial. Modus ini dimulai ketika pelaku mencoba masuk (login) ke akun WhatsApp menggunakan nomor korban pada perangkat lain.
Saat WhatsApp mengirimkan kode OTP melalui SMS, pelaku kemudian menghubungi korban dengan berbagai alasan, misalnya mengaku sebagai teman, petugas minimarket, atau menciptakan situasi darurat agar korban bersedia memberikan kode tersebut. Setelah OTP diterima pelaku, akun WhatsApp korban langsung berpindah ke perangkat lain dan otomatis ter-logout.
Menggunakan WhatsApp Modifikasi
Sebagian pengguna memilih menggunakan WhatsApp modifikasi atau WA Mod karena menawarkan berbagai fitur tambahan, seperti tema yang lebih beragam maupun kemampuan membaca pesan yang telah dihapus.
Namun, penggunaan aplikasi tidak resmi tersebut melanggar ketentuan layanan (Terms of Service) WhatsApp. Sistem keamanan dapat memblokir nomor yang terdeteksi memakai WA Mod. Selain itu, aplikasi modifikasi juga memiliki risiko tinggi disusupi malware yang dapat mencuri data pribadi pengguna.
Aktivitas Dianggap Spam oleh AI
WhatsApp memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk mendeteksi aktivitas yang dinilai mencurigakan. Apabila sistem menganggap sebuah akun melakukan tindakan yang menyerupai spam, akun tersebut dapat diblokir secara otomatis.
Beberapa aktivitas yang berpotensi memicu pemblokiran antara lain mengirim pesan massal (broadcast) kepada banyak nomor yang tidak menyimpan kontak pengguna, terlalu sering membagikan tautan yang dianggap mencurigakan, serta menerima banyak laporan (report) atau diblokir pengguna lain dalam waktu singkat.
Cara Mengamankan Akun WhatsApp
Untuk mengurangi risiko pembajakan akun, pengguna disarankan segera mengaktifkan fitur Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification). Fitur ini memberikan lapisan keamanan tambahan berupa PIN enam digit sehingga akun tetap terlindungi meskipun kode OTP berhasil diketahui pihak lain.
Cara mengaktifkan fitur tersebut sebagai berikut:
- Buka aplikasi WhatsApp, kemudian masuk ke menu Pengaturan (Settings).
- Pilih Akun (Account) lalu masuk ke Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification).
- Tekan Aktifkan, kemudian buat PIN enam digit yang bersifat rahasia.
Dengan fitur ini, peretas tidak dapat mengakses akun hanya bermodal kode OTP karena sistem tetap meminta PIN yang telah dibuat pengguna.
Langkah Pencegahan yang Perlu Dilakukan
Selain mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah, pengguna juga perlu menerapkan sejumlah langkah pencegahan agar akun tetap aman. Jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku berasal dari WhatsApp. Pastikan aplikasi yang digunakan merupakan versi resmi yang diunduh melalui Google Play Store atau App Store.
Pengguna juga disarankan rutin memeriksa menu Linked Devices untuk memastikan tidak ada perangkat asing yang masih terhubung dengan akun. Pemeriksaan berkala ini dapat membantu mendeteksi akses yang tidak dikenal sejak dini sehingga risiko penyalahgunaan akun dapat diminimalkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































