
Peluncuran program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) X GENSi 2026 di Indosat Marvelous Xperience Center, Jakarta, Senin (15/6/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif)
Harianjogja.com, JAKARTA— Peluang besar bagi kreator Indonesia semakin terbuka lebar. Kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Indosat Ooredoo Hutchison, dan Adobe resmi digulirkan untuk mendorong generasi muda mengubah kreativitas menjadi sumber penghasilan nyata berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Di tengah pesatnya transformasi digital, akses internet dan keterampilan digital masyarakat Indonesia terus meningkat. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar akses, melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, ketiga pihak menghadirkan ekosistem yang menggabungkan akses teknologi, pelatihan, hingga peluang monetisasi. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kemampuan mengolah ide menjadi kekayaan intelektual bernilai.
“Di era AI, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya. Kolaborasi ini menjadi langkah penting agar generasi muda mampu bersaing secara global,” ujarnya, dikutip Kamis (18/6/2026)
Salah satu gebrakan utama dalam program ini adalah pemberian akses gratis Adobe Express selama enam bulan bagi pelanggan Indosat. Platform ini memungkinkan pengguna membuat konten visual, desain, hingga storytelling digital secara cepat dan mudah, bahkan bagi pemula.
Tak hanya itu, tersedia pula materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Program ini dirancang untuk membantu pengguna menguasai keterampilan kreatif, pemasaran digital, hingga pemanfaatan AI secara praktis.
Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Artinya, kreator lokal kini memiliki peluang untuk menghasilkan uang langsung dari karya yang dibuat, termasuk melalui template desain yang digunakan oleh pengguna lain.
President Director Indosat, Vikram Sinha, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda.
“Kami ingin memastikan setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkreasi, dan memberikan dampak nyata melalui teknologi,” katanya.
Program ini juga diperkuat melalui platform GENSi (Generasi Terkoneksi) milik Indosat yang menargetkan menjangkau 15.000 anak muda di seluruh Indonesia pada 2026. Sebelumnya, lebih dari 10.000 peserta telah mendapatkan pelatihan literasi digital dan kreatif.
Sementara itu, Kemenekraf mengintegrasikan program ini dengan inisiatif ECHOES (Ekraf Goes to School and Campus) untuk memperluas jangkauan edukasi ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Melalui pendekatan kolaboratif ini, para kreator tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga peluang untuk tampil di ajang besar seperti IDEAFEST serta terhubung dengan ekosistem industri kreatif.
Kolaborasi ini menandai babak baru bagi ekonomi kreatif Indonesia, di mana ide tidak lagi berhenti sebagai karya, tetapi dapat berkembang menjadi sumber penghasilan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kini, saatnya kreator Indonesia naik level—dari sekadar berkarya menjadi pelaku ekonomi kreatif yang berdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































