Jumali Sabtu, 04 Juli 2026 09:37 WIB

Aksi Vozinha Saat Argentina vs Tanjung Verde/Instagram: Fifaworldcup
Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 memang berakhir di babak 32 besar. Namun di balik kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina, muncul satu nama yang berhasil mencuri perhatian dunia sepak bola, yakni kiper veteran Vozinha.
Penjaga gawang berusia 40 tahun tersebut tampil luar biasa sepanjang pertandingan yang berlangsung selama 120 menit di Miami Stadium, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB. Berkat serangkaian penyelamatan penting yang dilakukannya, Argentina harus berjuang hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya memastikan kemenangan.
Tanjung Verde yang menjalani debut di putaran final Piala Dunia tampil tanpa rasa takut menghadapi juara bertahan. Keberanian itu tercermin dari permainan disiplin yang diperlihatkan seluruh tim, terutama dari sosok Vozinha yang menjadi benteng terakhir di bawah mistar gawang.
Sejak awal pertandingan, kiper bernama lengkap Josimar Jose Evora Dias tersebut sudah menunjukkan kualitasnya. Ia beberapa kali menggagalkan peluang Argentina yang tampil dominan dalam penguasaan bola dan serangan.
Salah satu aksi terbaiknya terjadi saat menghadapi Lionel Messi. Sepanjang laga, Vozinha tercatat beberapa kali mematahkan peluang kapten Argentina tersebut, baik melalui tendangan bebas maupun peluang terbuka di dalam kotak penalti.
Ketangguhan Vozinha membuat Argentina frustrasi. Bahkan ketika Messi mendapatkan ruang tembak yang cukup ideal, kiper veteran itu masih mampu membaca arah bola dan melakukan penyelamatan penting.
Pada babak pertama, ia menggagalkan peluang Messi dan Enzo Fernandez yang berpotensi memperbesar keunggulan Argentina. Memasuki babak kedua, aksi-aksinya semakin menentukan ketika Tanjung Verde berusaha menjaga peluang untuk tetap bertahan dalam pertandingan.
Momen yang paling banyak mendapat sorotan terjadi saat ia berhadapan langsung dengan Messi dalam situasi satu lawan satu. Dengan refleks cepat dan keberanian tinggi, Vozinha berhasil menghalau ancaman tersebut dan menjaga harapan Tanjung Verde tetap hidup.
Statistik pertandingan menunjukkan betapa besarnya kontribusi sang kiper. Sepanjang pertandingan, ia membukukan delapan penyelamatan, termasuk empat kali menggagalkan peluang yang melibatkan Messi.
Meski demikian, ketangguhan Vozinha akhirnya tidak cukup untuk menghentikan Argentina. Setelah skor imbang 2-2 di babak tambahan waktu, Argentina memastikan kemenangan melalui gol yang berawal dari sundulan Cristian Romero dan berujung menjadi gol bunuh diri pemain Tanjung Verde pada menit ke-111.
Bagi Tanjung Verde, kekalahan tersebut memang menyakitkan karena mengakhiri perjalanan bersejarah mereka di turnamen. Namun tim asal Afrika itu pulang dengan kepala tegak setelah mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kandidat kuat juara dunia.
Penampilan Vozinha menjadi simbol perjuangan Tanjung Verde sepanjang Piala Dunia 2026. Di usia yang tidak lagi muda untuk seorang pesepak bola profesional, ia mampu bersaing di level tertinggi dan menunjukkan kualitas yang membuat banyak pengamat sepak bola memberikan apresiasi.
"Saya bangga dengan perjuangan tim. Kami bermain dengan hati dan memberikan yang terbaik untuk negara kami," ujar Vozinha seusai pertandingan.
Meskipun gagal membawa Tanjung Verde melangkah lebih jauh, penampilan heroiknya dipastikan akan dikenang sebagai salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026. Di tengah dominasi para pemain bintang dunia, kiper veteran itu membuktikan bahwa dedikasi, pengalaman, dan semangat juang masih menjadi modal penting untuk bersinar di panggung terbesar sepak bola dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































