Waspada Leptospirosis Kelurahan Gowongan Edukasi Pengelola Sampah

3 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Gowongan mengambil langkah proaktif dengan menggelar sosialisasi intensif mengenai bahaya penyakit leptospirosis beserta strategi pencegahannya kepada warga setempat.

Agenda ini difokuskan untuk mendongkrak kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman penyakit zoonosis yang kerap mengintai kawasan permukiman padat, terutama pada titik-titik pengelolaan sampah dan area dengan tingkat kelembapan tinggi.

Lurah Gowongan, Tika Adriatiavita, menegaskan bahwa edukasi ini menjadi instrumen penting bagi para penggerak lingkungan yang bersentuhan langsung dengan limbah domestik.

Mengingat risiko penularan bakteri Leptospira yang sangat cepat melalui media air, pemahaman mengenai sanitasi menjadi harga mati bagi kesehatan publik di wilayah Jetis.

“Leptospirosis merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena penularannya bisa melalui air atau lingkungan yang terkontaminasi urine tikus,” katanya, Kamis (12/3/2026).

Tika berharap melalui forum ini, warga tidak hanya sekadar paham secara teori, namun juga konsisten mengaplikasikan protokol kesehatan dalam aktivitas harian guna memutus mata rantai penyebaran bakteri tersebut.

Langkah preventif yang disosialisasikan meliputi tindakan sederhana namun berdampak besar, seperti rutin membersihkan sudut rumah dan tidak membiarkan barang bekas menumpuk yang bisa menjadi sarang tikus.

Selain tata kelola sampah yang benar, masyarakat sangat diimbau untuk selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu but dan sarung tangan saat beraktivitas di area yang berisiko terkontaminasi tanah atau air kotor.

“Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat semakin meningkat sehingga lingkungan di Kelurahan Gowongan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari penyakit berbasis lingkungan,” tegas Tika.

Senada dengan hal itu, tim medis dari Puskesmas Jetis turut memberikan panduan teknis mengenai deteksi dini gejala awal penyakit agar penanganan medis bisa dilakukan secepat mungkin.

Petugas Puskesmas Jetis, dr. Mohammad Izza Naufal Fikri, memaparkan secara rinci mengenai siklus penularan yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat urban.

Ia menekankan bahwa penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah benteng pertahanan utama dalam menghadapi berbagai ancaman penyakit menular berbasis lingkungan.

“Diharapkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran penyakit,” tuturnya di hadapan para peserta.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dan dihadiri oleh berbagai elemen penggerak swadaya masyarakat yang memiliki peran vital dalam menjaga ekosistem wilayah.

Sejumlah unsur yang terlibat aktif dalam sosialisasi ini antara lain Pinituwa Tuwanggana, Forum Bank Sampah, hingga para transporter sampah yang setiap hari bergelut dengan limbah.

Kehadiran kelompok inovatif seperti Jumilah serta anggota Papa Mama Maggot Gowongan (PAMAGO) semakin memperkuat komitmen kelurahan dalam menciptakan lingkungan yang higienis serta bebas dari ancaman kuman patogen yang dibawa oleh tikus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|