Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara - Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JOGJA—Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta memastikan stok beras di Daerah Istimewa Yogyakarta masih aman di tengah potensi musim kering panjang dan ancaman El Nino pada 2026. Saat ini, cadangan beras yang tersedia untuk wilayah DIY mencapai sekitar 87.000 ton.
Selain menjaga stok pangan, Bulog juga mempercepat penyerapan gabah petani untuk mengantisipasi gangguan produksi akibat perubahan cuaca. Langkah ini dilakukan agar distribusi dan ketersediaan beras tetap stabil di masyarakat.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengatakan pengadaan beras hingga awal Mei 2026 telah mencapai sekitar 76 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
“Persiapan kita sudah sangat luar biasa. Untuk target pengadaan sudah mencapai 76% dari target yang ditetapkan,” ujar Dedi di Kantor Gubernur DIY Kamis (7/5/2026).
Secara keseluruhan, stok beras yang saat ini dikuasai Bulog Kanwil Yogyakarta mencapai sekitar 238.000 ton. Jumlah tersebut disimpan di sejumlah gudang induk dan gudang filial yang tersebar di wilayah kerja Bulog Yogyakarta.
“Untuk menghadapi musim El Nino ini yang penting stok kita aman untuk penyaluran,” jelasnya.
Dedi menyebut kapasitas gudang Bulog di wilayah Yogyakarta mencapai lebih dari 285.000 ton. Tingginya serapan gabah petani membuat sebagian besar gudang kini terisi optimal.
Dari target pengadaan tahun 2026 sebesar 196.000 ton setara beras, hingga saat ini realisasi pengadaan telah mencapai sekitar 146.000 ton setara beras.
Bulog juga menjalankan strategi jemput bola untuk mempercepat penyerapan gabah langsung dari petani. Gabah petani dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan hasil panen terserap maksimal.
“Kami turun ke lapangan. Petani tidak perlu menunggu. Penyerapan kami lakukan secara aktif untuk memastikan hasil panen terserap optimal,” kata Dedi.
Selain memperkuat stok, Bulog Yogyakarta juga memperluas distribusi pangan melalui jaringan Rumah Pangan Kita agar penyaluran beras ke masyarakat berjalan lebih cepat dan merata.
Menurut Dedi, dukungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Ia mengaku mendapat dukungan penuh dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, terutama dalam upaya menjaga produktivitas petani di tengah ancaman perubahan iklim.
“Kami silaturahmi dan mengucapkan terima kasih kepada Ngarso Dalem bahwa kami selama ini sudah di-support luar biasa,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, memastikan kondisi stok pangan di DIY hingga saat ini masih stabil.
Pemerintah daerah juga terus menjalankan operasi pasar di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menjaga harga pangan tetap terkendali di masyarakat.
“Insya Allah aman [stok beras]. Operasi pasar juga terus dilakukan teman-teman,” tuturnya.
Untuk program bantuan pangan 2026, total alokasi beras di DIY tercatat sekitar 9,8 juta kilogram. Hingga saat ini realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 3,28 juta kilogram atau sekitar 33,39 persen.
Dengan stok yang masih tinggi dan penyerapan gabah yang terus berjalan, Bulog Yogyakarta optimistis kebutuhan pangan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap aman meski ancaman El Nino mulai diwaspadai tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































