Viral Salah Penilaian, MPR Nonaktifkan Juri-MC LCC Empat Pilar Kalbar

2 hours ago 3

Viral Salah Penilaian, MPR Nonaktifkan Juri-MC LCC Empat Pilar Kalbar

Tangkapan layar - Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). ANTARA/YouTube/MPRGOID/Fath Putra Mulya.

Harianjogja.com, JAKARTA—Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI mengambil langkah tegas menyusul polemik kesalahan penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Panitia resmi menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara (MC) setelah insiden tersebut viral di media sosial.

Dalam pernyataan resmi yang diterima Selasa (12/5/2026), Setjen MPR RI mengakui adanya kelalaian dalam proses penilaian, khususnya pada babak final yang digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).

“Panitia pelaksana telah menonaktifkan dewan juri dan MC sebagai bentuk evaluasi atas polemik yang terjadi,” demikian pernyataan Setjen MPR RI.

Langkah ini diambil setelah publik ramai menyoroti inkonsistensi penilaian juri terhadap jawaban peserta dalam sesi pertanyaan rebutan. MPR juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta, guru, dan masyarakat atas kejadian tersebut.

Kronologi Kontroversi Penilaian

Polemik bermula dari pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C dari SMA Negeri 1 Pontianak memberikan jawaban yang secara substansi sesuai dengan ketentuan, yakni menyebut peran DPR dengan pertimbangan dari DPD serta pengesahan oleh Presiden.

Namun, juri justru memberikan pengurangan nilai dengan alasan artikulasi jawaban dinilai tidak jelas. Anehnya, jawaban serupa dari regu lain justru dinyatakan benar dan memperoleh nilai penuh.

Ketidakkonsistenan ini memicu protes langsung dari peserta di lokasi lomba dan menjadi sorotan luas setelah videonya beredar di media sosial.

MPR Janjikan Evaluasi Menyeluruh

Merespons kejadian tersebut, MPR RI menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar. Evaluasi akan mencakup mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban, hingga prosedur penyampaian keberatan peserta.

MPR menekankan bahwa kegiatan pendidikan seperti LCC harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, dan keadilan.

“Agar pelaksanaannya ke depan semakin transparan, akuntabel, dan berintegritas,” tulis pernyataan tersebut.

Tiga Sekolah Masuk Final

Pada babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar, terdapat tiga sekolah yang berkompetisi, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.

Meski sempat diwarnai kontroversi, MPR tetap mengapresiasi partisipasi para siswa, guru pendamping, serta masyarakat yang mendukung pendidikan kebangsaan.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya profesionalitas dalam penyelenggaraan kompetisi pendidikan, terutama yang membawa nama lembaga negara. Ke depan, transparansi dan keadilan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pembinaan generasi muda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|