Motor Koperasi Desa di Wonogiri Nyungsep, Dandim: Dugaan Rem Blong

4 hours ago 3

 Dugaan Rem Blong

Motor roda tiga KDKMP di gerai KDKMP Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Selasa (12/5/2026). (Istimewa)

Harianjogja.com, WONOGIRI — Insiden kecelakaan motor roda tiga milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Wonogiri memicu perhatian serius aparat. Kendaraan operasional yang baru saja didistribusikan itu dilaporkan “nyungsep” ke area tegalan di Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo, Senin (11/5/2026), hanya beberapa hari setelah diterima oleh pengelola koperasi.

Komandan Kodim 0728/Wonogiri, Rodricho Ivan Pattihahuan, mengungkapkan bahwa kecelakaan tunggal tersebut diduga kuat disebabkan oleh kegagalan sistem pengereman atau rem blong. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kendaraan kehilangan kendali saat melaju di medan yang cukup menantang.

“Informasi yang kami terima, kendaraan mengalami rem blong sehingga tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terperosok ke tegalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Faktor Teknis vs Human Error, Mana yang Dominan?

Pernyataan Dandim ini sedikit berbeda dengan keterangan sebelumnya dari Kepala Desa Sukoharjo, Sunarto, yang menyebut kecelakaan terjadi karena pengendara belum terbiasa mengoperasikan motor roda tiga. Perbedaan ini membuka kemungkinan adanya kombinasi faktor teknis dan human error dalam insiden tersebut.

Motor roda tiga memang dikenal memiliki karakteristik berbeda dibanding sepeda motor biasa, terutama dalam hal keseimbangan, pengereman, dan manuver di jalan tidak rata. Karena itu, pelatihan penggunaan dinilai menjadi aspek penting sebelum kendaraan dioperasikan secara penuh.

Status Kendaraan Baru, Garansi Jadi Solusi

Terkait kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan, Dandim menegaskan bahwa tanggung jawab perawatan berada di tangan pengelola KDKMP. Namun karena unit masih tergolong baru, pemerintah desa berpeluang memanfaatkan garansi dari vendor penyedia.

“Biasanya ada garansi. Bisa diajukan untuk perbaikan. Tapi kalau ingin cepat dan diperbaiki di bengkel lokal juga tidak masalah,” tambahnya.

Langkah ini dinilai penting agar kendaraan dapat segera kembali digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi desa tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.

Distribusi Armada KDKMP Terus Dikebut

Program distribusi kendaraan operasional untuk KDKMP di Wonogiri sendiri masih terus berjalan. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sudah ada sekitar 144 unit motor roda tiga yang disalurkan ke berbagai desa dan kelurahan.

Setiap koperasi mendapatkan jatah dua unit motor roda tiga guna menunjang mobilitas usaha, distribusi barang, serta penguatan ekonomi lokal. Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan 52 unit truk pikap sebagai armada tambahan.

Wonogiri menjadi salah satu daerah prioritas dalam program ini karena memiliki banyak desa dengan potensi usaha mikro yang membutuhkan dukungan logistik.

Dandim memastikan distribusi akan terus dilakukan hingga seluruh KDKMP menerima armada sesuai target. “Pengiriman akan berlanjut sampai semua koperasi desa terpenuhi,” tegasnya.

Evaluasi dan Pengawasan Jadi Kunci

Insiden ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan pengelola program untuk meningkatkan aspek keselamatan, mulai dari pengecekan teknis kendaraan hingga pelatihan operator.

Dengan nilai investasi yang tidak kecil dan tujuan besar untuk mendorong ekonomi desa, keberhasilan program KDKMP sangat bergantung pada kesiapan SDM serta kualitas armada yang digunakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|