Umat Hindu Magelang Gelar Melasti di Tuk Mas Jelang Nyepi

6 hours ago 2

Umat Hindu Magelang Gelar Melasti di Tuk Mas Jelang Nyepi Umat Hindu Magelang menggelar upacara Melasti di sumber mata air Tuk Mas sebagai rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi 2026. - Antara.

Harianjogja.com, MAGELANG—Umat Hindu di wilayah Magelang, Jawa Tengah, melaksanakan upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 atau tahun 2026 Masehi. Ritual penyucian tersebut digelar di kawasan sumber mata air Tuk Mas yang diyakini sebagai salah satu lokasi suci bagi umat Hindu setempat.

Penasihat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Magelang, I Gde Suwarti, mengatakan prosesi Melasti diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah di Magelang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian ritual menjelang perayaan Hari Raya Nyepi.

Ia menjelaskan bahwa inti pelaksanaan Melasti adalah melakukan penyucian terhadap buana agung dan buana alit sebagai bentuk pembersihan secara spiritual.

Menurutnya, penyucian buana agung dimaknai sebagai upaya membersihkan alam semesta yang menjadi sumber kehidupan bagi seluruh makhluk. Alam semesta perlu disucikan karena tidak menutup kemungkinan terdapat perbuatan manusia yang bersifat negatif dan bertentangan dengan ajaran agama sehingga membutuhkan pembersihan secara spiritual.

Sementara itu, penyucian buana alit ditujukan kepada manusia, khususnya umat Hindu yang akan menjalankan Hari Raya Nyepi, sebagai bentuk penyucian diri sebelum menjalani rangkaian ibadah tersebut.

“Kalau diri kita sudah disucikan, secara otomatis kita akan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Intinya, jika badan bersih maka pikiran juga akan bersih, sehingga kita bisa berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik,” katanya.

Dalam prosesi Melasti tersebut juga dilakukan penyucian berbagai sarana upacara yang akan digunakan dalam rangkaian ritual Nyepi, termasuk perlengkapan yang nantinya dipakai saat pelaksanaan upacara mecaru.

Setelah ritual penyucian selesai, umat Hindu juga melakukan pengambilan air suci atau tirtha dari sumber mata air Tuk Mas. Air suci tersebut kemudian dibawa ke pura untuk disemayamkan sebelum digunakan dalam rangkaian upacara berikutnya, termasuk pada ritual Pengrupukan yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi pada 18 Maret 2026.

Suwarti menuturkan bahwa pemilihan Tuk Mas sebagai lokasi pelaksanaan Melasti memiliki makna historis sekaligus spiritual bagi umat Hindu di Magelang.

Ia menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu peninggalan leluhur yang sejak dahulu digunakan sebagai tempat pelaksanaan ritual Melasti oleh umat Hindu setempat.

Selain itu, sumber mata air Tuk Mas juga dikenal sebagai “Gangga-nya Pulau Jawa” karena memiliki makna spiritual yang serupa dengan Sungai Gangga di India sebagai sumber air suci bagi umat Hindu.

“Karena sumber air ini dianggap sebagai Gangga-nya Pulau Jawa, dan juga berdasarkan prasasti yang ada di Tuk Mas, maka umat Hindu di Magelang melaksanakan Melasti di sini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|