
Tebing Breksi - dok Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Liburan murah ke Jogja tetap bisa dinikmati tanpa mengurangi pengalaman berwisata. Dengan perencanaan yang tepat, wisatawan, terutama backpacker, dapat menekan biaya transportasi, penginapan, kuliner, hingga tiket masuk destinasi wisata sehingga perjalanan tetap nyaman dan berkesan.
Salah satu langkah penting untuk menghemat anggaran adalah menentukan moda transportasi menuju Jogja. Bagi wisatawan yang berangkat dari Pulau Jawa, kereta api kelas ekonomi, seperti Progo, Bengawan, atau Kahuripan, menjadi pilihan yang relatif lebih ramah di kantong dibandingkan bus umum maupun pesawat. Jika tiket kereta telah habis, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) kelas bisnis atau eksekutif juga layak dipertimbangkan karena kerap menawarkan promo melalui aplikasi pemesanan tiket.
Setelah tiba di Jogja, wisatawan dapat memanfaatkan Trans Jogja sebagai sarana transportasi dalam kota. Tarifnya relatif terjangkau, sekitar Rp3.500 untuk sekali perjalanan, dengan rute yang melewati sejumlah lokasi strategis, seperti Malioboro, Bandara Adisutjipto, hingga kawasan Prambanan. Sementara itu, bagi yang ingin lebih leluasa menjelajahi kawasan Gunungkidul atau Bantul, menyewa sepeda motor menjadi alternatif yang praktis dengan kisaran tarif Rp70.000 hingga Rp100.000 untuk penggunaan selama 24 jam.
Pilihan penginapan juga menjadi faktor penting untuk mendukung liburan murah ke Jogja. Kawasan Sosrowijayan dan Prawirotaman dikenal sebagai pusat penginapan backpacker yang menyediakan berbagai homestay maupun hostel dengan konsep dormitory atau asrama. Tarif menginap di kawasan tersebut bahkan dapat ditemukan mulai Rp80.000-an per malam. Agar memperoleh harga lebih hemat, wisatawan disarankan memesan kamar sejak jauh hari melalui platform pemesanan daring dan memanfaatkan berbagai kode promo yang tersedia.
Dari sisi kuliner, Jogja menawarkan banyak pilihan makanan dengan harga terjangkau. Angkringan menjadi salah satu destinasi favorit karena menyajikan nasi kucing, aneka sate, seperti sate usus dan telur puyuh, hingga kopi joss dengan biaya sekitar Rp15.000 untuk sekali makan. Selain itu, warung burjo maupun warmindo yang banyak dijumpai di sekitar kampus, seperti UNY, UGM, dan UIN, juga menyediakan menu dengan harga bersahabat dan porsi yang mengenyangkan.
Beragam destinasi wisata murah bahkan gratis juga dapat dimasukkan dalam agenda liburan. Kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer dapat dinikmati tanpa tiket masuk sambil menikmati suasana pedestrian, pertunjukan seniman jalanan, serta bangunan-bangunan bersejarah bergaya kolonial. Di Alun-Alun Kidul, wisatawan cukup membayar biaya parkir untuk bersantai pada sore hingga malam hari sekaligus mencoba tradisi Masangin, yaitu berjalan melewati dua pohon beringin kembar dengan mata tertutup.
Bagi pencinta wisata alam, kawasan pantai di Gunungkidul juga menjadi pilihan menarik. Retribusi masuk umumnya diberlakukan per kendaraan atau melalui pos retribusi sehingga biaya dapat dibagi apabila datang bersama rombongan atau berboncengan. Selain itu, Tebing Breksi dan Hutan Pinus Mangunan menawarkan pengalaman wisata alam dengan tiket masuk berkisar Rp5.000 hingga Rp15.000 per orang.
Agar biaya liburan murah ke Jogja semakin terkendali, wisatawan juga disarankan menghindari periode libur panjang atau peak season, seperti libur Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Pada masa tersebut, tarif akomodasi maupun tiket transportasi menuju Jogja umumnya mengalami kenaikan yang dapat mencapai dua kali lipat sehingga menyusun jadwal perjalanan di luar musim liburan menjadi salah satu strategi untuk memperoleh biaya yang lebih hemat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































