Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 2.954 Orang

1 hour ago 2

Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 2.954 Orang

Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. - istock

Harianjogja.com, JAKARTA— Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga Sabtu (4/7/2026), pemerintah Venezuela mencatat sedikitnya 2.954 orang meninggal dunia, 16.592 orang mengalami luka-luka, sementara ribuan warga lainnya masih menjalani proses evakuasi dan pemulihan.

Data terbaru Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela menunjukkan sebanyak 6.462 orang berhasil diselamatkan sejak bencana terjadi. Gempa tersebut juga menyebabkan kerusakan pada 856 bangunan, dengan 190 di antaranya dilaporkan roboh sehingga memperbesar kebutuhan penanganan darurat di berbagai wilayah terdampak.

Dalam keterangannya, kementerian menyebut sebanyak 3.281 personel penyelamat internasional telah diterjunkan ke lokasi bencana. Sementara itu, pemerintah Venezuela mengerahkan 29.567 personel untuk memperkuat operasi pencarian, penyelamatan, hingga distribusi bantuan kemanusiaan.

Tim penyelamat masih disiagakan di wilayah yang mengalami kerusakan paling parah guna memastikan keselamatan warga sekaligus mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi yang kini terus berjalan.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pada Rabu (24/6/2026) Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik. Hingga kini, pemerintah mencatat telah terjadi sedikitnya 942 gempa susulan setelah gempa utama.

Jutaan Warga Diperkirakan Terdampak

Seiring bertambahnya korban, skala dampak gempa Venezuela juga semakin mengkhawatirkan. Bencana yang berlangsung hanya dalam hitungan detik itu kini berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang diperkirakan memengaruhi jutaan penduduk.

Salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan jumlah penduduk yang terdampak dapat mencapai 6,76 juta orang. Besarnya angka tersebut menunjukkan luasnya dampak gempa yang melanda negara di Amerika Selatan itu.

Di ibu kota Caracas, sekitar 2 juta penduduk diperkirakan ikut terdampak. Tingginya kepadatan penduduk serta kerentanan infrastruktur menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu fokus utama dalam penanganan darurat.

IOM Percepat Penyaluran Bantuan

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB menyatakan kondisi di lapangan masih terus berkembang. Meski demikian, hasil analisis awal melalui citra satelit mulai memperlihatkan tingkat kerusakan yang cukup signifikan di sejumlah wilayah.

Di kawasan Catia La Mar, misalnya, sekitar 31,5 persen bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penilaian di wilayah lain masih berlangsung.

Direktur Jenderal IOM, Amy Pope, menegaskan fase awal setelah bencana merupakan periode yang sangat menentukan bagi keberhasilan penanganan selanjutnya.

"Jam-jam dan hari-hari pertama setelah bencana akan membentuk seluruh tahapan respons berikutnya," ujarnya.

Saat ini IOM terus memperluas respons darurat dengan menyalurkan bantuan yang telah disiapkan sebelumnya. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar berupa makanan, tempat penampungan sementara, serta perlindungan bagi kelompok rentan yang terdampak gempa Venezuela.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|