Tesla Naikkan Harga Model Y 2026, Kalahkan Pesaing atau Tertekan Rival

1 day ago 2

Tesla Naikkan Harga Model Y 2026, Kalahkan Pesaing atau Tertekan Rival

Tampilan mobil listrik Tesla Model Y. (Tesla)

Harianjogja.com, JAKARTA — Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, resmi menaikkan harga Model Y di pasar domestiknya mulai Sabtu (16/5/2026). Kebijakan ini menjadi sorotan karena merupakan kenaikan harga pertama dalam dua tahun terakhir untuk salah satu model terlaris mereka.

Berdasarkan laporan terbaru, varian Model Y Premium Rear-Wheel Drive (RWD) kini dibanderol 45.990 dolar AS, naik 1.000 dolar AS dari harga sebelumnya. Sementara itu, Model Y Premium All-Wheel Drive (AWD) juga mengalami kenaikan serupa menjadi 49.990 dolar AS.

Untuk varian tertinggi, yakni Model Y Performance AWD, Tesla hanya menaikkan harga sebesar 500 dolar AS menjadi 57.990 dolar AS. Menariknya, dua varian dasar yakni Model Y RWD dan Model Y AWD standar tidak mengalami perubahan harga, masing-masing tetap di angka 39.990 dolar AS dan 41.990 dolar AS.

Langkah Tesla ini dinilai sebagai strategi penyesuaian di tengah dinamika pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang semakin kompetitif. Dalam dua tahun terakhir, Tesla justru dikenal agresif menurunkan harga demi menjaga daya saing dan memperluas pangsa pasar global.

Kini, dengan kenaikan harga tersebut, posisi Model Y Premium AWD bahkan melampaui beberapa rival utamanya. Sebagai perbandingan, Hyundai Ioniq 5 AWD dibanderol mulai sekitar 45.000 dolar AS, sedangkan Ford Mustang Mach-E Select AWD berada di kisaran 42.995 dolar AS.

Persaingan di segmen SUV listrik ukuran menengah memang semakin ketat. Produsen asal China, BYD, terus memperluas dominasinya di pasar global dengan harga kompetitif dan inovasi teknologi. Sementara itu, Hyundai dan Ford juga menerapkan strategi agresif, baik dari sisi harga maupun fitur kendaraan.

Kenaikan harga Tesla ini juga menjadi sinyal bahwa perusahaan mulai kembali fokus pada margin keuntungan setelah periode perang harga yang cukup panjang di industri EV. Sebelumnya, Tesla terakhir kali menaikkan harga Model Y secara menyeluruh pada 2024.

Meski demikian, analis menilai Tesla masih memiliki keunggulan kuat dari sisi ekosistem teknologi, jaringan pengisian daya, serta loyalitas konsumen. Namun, tekanan dari kompetitor diperkirakan akan terus meningkat, terutama dari produsen Asia yang semakin ekspansif.

Dengan perubahan harga terbaru ini, pasar kini menunggu langkah lanjutan Tesla, apakah akan tetap mempertahankan dominasinya atau justru semakin tertekan oleh gelombang pesaing baru di industri mobil listrik global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|