Zahroh
Agama | 2026-07-10 19:24:45
Para ulama qira’at sepakat menetapkan membaca basmalah untuk mengawali bacaan Al-Qur’an pada awal surat kecuali Surat Al-Taubah. Penetapan membaca basmalah pada awal surat adalah karena mengikuti petunjuk penulisan mushaf dan bertabarruk dengan dengan asma Allah. Adapun membaca basmalah di antara dua surat atau yang lebih populer dengan sebutan “al-jam’ baina al-suratain”, menyambung antara dua surat.
3 Cara yang Diperbolehkan
Para ulama qira'at membolehkan tiga metode berikut untuk menyambung bacaan
- Qat'u Al-Jami' (Putus Semua)Berhenti di akhir surat pertama, lalu berhenti lagi setelah membaca basmalah, kemudian lanjut membaca awal surat.
- Washlu Al-Jami' (Sambung Semua)Menyambung akhir surat pertama dengan basmalah, lalu menyambungnya lagi dengan awal surat berikutnya tanpa mengambil napas.
- Washlu Basmalah bi Awwalis Surah (Sambung Basmalah dengan Surat Kedua)Berhenti di akhir surat pertama, lalu membaca basmalah dan langsung menyambungnya dengan awal surat kedua.
- Basmalah-Awal surat (dalam satu tarikan napas).Cara yang DilarangMenyambung akhir surat pertama dengan basmalah, lalu berhenti pada basmalah sebelum lanjut ke surat berikutnya. Cara ini dilarang karena dikhawatirkan basmalah akan dianggap sebagai ayat terakhir dari surat yang baru saja selesai dibaca.
Catatan Khusus untuk Surat At-Taubah
Aturan di atas berlaku untuk menyambung dua surat manapun, kecuali jika sebelum atau sesudah Surat At-Taubah. Jika membaca surat sebelum At-Taubah dan beralih ke surat At-Taubah, basmalah tidak dibaca sama sekali. Cukup berhenti di akhir surat pertama dan langsung membaca Ta'awudz lalu awal surat At-Taubah.
Ada 6 harkat
Fathah ( ﹷ )
Kasrah ( ِ- )
Dhammah ( ُ- )
Tanwin:
Fathah taen ( ً- )
Kasrah taen ( ٍ- )
Dhammah taen ( ٌ- )
Sukun ( ْ- )
Tasydid / Syaddah ( ّ- )
Makhraj huruf
adalah tempat keluar atau titik artikulasi huruf-huruf hijaiyah saat dibunyikan. Dalam ilmu tajwid, secara umum makhraj terbagi menjadi 5 area utama yang merangkum 17 titik makhraj khusus.Berikut adalah rincian 5 area utama makhraj huruf beserta huruf-hurufnya:
1.. Al-Jauf (Rongga Mulut dan Tenggorokan)
Terletak pada rongga kosong yang berada di dalam mulut hingga tenggorokan. Area ini menjadi tempat keluar untuk huruf-huruf mad (panjang):Huruf: Alif (ا) setelah fathah, Ya (ي) sukun setelah kasrah, dan Wau (و) sukun setelah dammah.
2.. Al-Halq (Tenggorokan)
Tempat keluarnya huruf yang berada di area tenggorokan:Pangkal tenggorokan (bawah): Hamzah (ء), Ha (ه)Tengah tenggorokan: Ain (ع), Ha (ح)Ujung tenggorokan (atas): Ghain (غ), Kha خ.
3.. Al-Lisan (Lidah)
Area ini memiliki paling banyak makhraj khusus (10 titik) dan menghasilkan banyak huruf:Pangkal lidah: Qaf (ق), Kaf (ك)Tengah lidah: Jim (ج), Syin (ش), Ya (ي)Sisi lidah: Dhad (ض)Ujung sisi lidah: Lam (ل)Ujung lidah: Nun (ن)Punggung ujung lidah: Ra (ر)Gusi atas: Tha (ط), Dal (د), Ta (ت)Gigi seri bawah: Shad (ص), Zai (ز), Sin (س)Ujung gigi seri atas: Zha (ظ), Dzal (ذ), Tsa
4.. Asy-Syafatain (Dua Bibir)
Tempat keluar huruf yang terletak pada pertemuan atau ketukan dua bibir:Pertemuan bibir atas dan bawah: Fa (ف)Dua bibir (tertutup): Ba (ب), Mim (م)Dua bibir (membentuk bulatan): Wau (و)
5.. Al-Khaisyum (Pangkal Hidung)
Area ini adalah rongga hidung yang menghasilkan bunyi dengung (ghunnah), yang melekat pada huruf:Huruf: Nun bertasydid (نّ) dan Mim bertasydid (مّ), serta bacaan ikhfa dan iqlab.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

3 hours ago
5












































