Ningsih, pemilik usaha Tahu Baso Mama Ulum di Jatinegara, Jakarta Timur.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di sebuah sudut permukiman padat di Jatinegara, Jakarta Timur, aroma tahu bakso yang baru matang kini tak hanya menjadi sumber penghasilan bagi Ningsih. Di balik usaha rumahan yang dirintis sejak 10 tahun lalu, perjuangan Ningsih kini juga dirasakan warga sekitar.
Perempuan yang dikenal sebagai pemilik usaha Tahu Baso Mama Ulum tersebut mengaku omzet usahanya kini mencapai sekitar Rp 16 juta per pekan. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dibanding sebelumnya yang hanya berkisar Rp 7 juta hingga Rp 8 juta per pekan.
Peningkatan tersebut diraih setelah Ningsih mengikuti program inkubasi dan pendampingan UMKM yang diselenggarakan Yayasan Indonesia Setara (YIS). Banjirnya pesanan setelah mengikuti pelatihan membuat dirinya tidak lagi mampu bekerja seorang diri.
Dia pun mengajak para tetangganya untuk membantu proses produksi tahu bakso. "Dulu saya mengerjakan semuanya sendiri. Sekarang karena pesanan semakin banyak, saya mengajak tetangga ikut membuat tahu bakso," ujar Ningsih dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Tak disangka, keterampilan yang mereka pelajari selama membantu produksi justru menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri. Kini, beberapa tetangganya telah menerima pesanan tahu bakso secara mandiri. "Dampaknya bukan hanya dirasakan saya dan keluarga. Banyak tetangga yang sekarang bisa berjualan tahu bakso dan mendapatkan tambahan penghasilan setiap hari," kata Ningsih.

3 hours ago
6











































